Pamit Beli Kuota saat Hari Lebaran hingga Kini Siswi MTs di Palembang Belum Ditemukan 

Fitriyanti (13) siswi kelas 2 MTS Nurul Falah Kecamatan IB II Palembang hilang setelah pamit pada neneknya beli kuota di konter tak jauh dari rumah.

TribunSumsel.com/Shinta Dwi Anggraini
Pamit beli kuota, Senin (2/5/2022), Fitriyanti Siswi MTs Nurul Falah Palembang hilang dan belum pulang ke rumah hingga kini, Jumat (6/5/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Fitriyanti (13) siswi kelas 2 MTS Nurul Falah Kecamatan IB II Palembang yang dilaporkan hilang hingga kini belum ditemukan. 

Atas hilangnya Fitriyanti, perwakilan keluarga sudah membuat laporan kepolisian di Polrestabes Palembang dan berharap Fitriyanti bisa segera kembali ke rumah.

"Sampai sekarang belum ada kabar," ujar Sari (25) bibi kandung Fitriyanti saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com melalui sambungan telepon, Jumat (7/5/2022). 

Baca juga: Perampokan di Lumajang, Emak-emak Jadi Tawanan, Lehernya Dikalungi Celurit, Harta Benda Dikuras

Baca juga: Detik-detik Ustaz Qomar 2 Kali Tegur Rombongan Pemuda Main Petasan di Kuburan hingga Dikeroyok

Fitriyanti dilaporkan menghilang setelah pamit pada neneknya untuk membeli kuota di konter yang tak jauh dari rumah.

Dia menghilang tepat di malam pertama Lebaran 1443 H, Senin 2 Mei 2022 sekira pukul 20.00 WIB.

Sari mengungkapkan, seluruh keluarga sudah berupaya menghubungi nomor handphone Fitri.

Namun usaha itu tak berhasil sebab meskipun nomor handphonenya aktif, namun keluarga tidak memperoleh respon.

"Terus besoknya kami coba hubungi pakai nomor baru yang dia tidak kenal, di situ sempat dapat respon. Sempat dia nanya ini siapa. Tapi setelah itu sudah, tidak lagi ada balasan," ujarnya.

Baca juga: Libur Lebaran 2022, Tukang Bakso dan Gerobaknya sampai Pengendara Motor Nyasar Masuk Jalan Tol

Baca juga: Antrean Kemacetan Sepanjang 30 KM, Pemudik Kapok Semarang-Jakarta 12 Jam Lebih

Sejak melanjutkan pendidikan di Palembang, Fitri tinggal bersama kakek dan neneknya di Jalan PSI Lautan Lorong Nur RT 04 RW 02 Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II.

Sedangkan orang tuanya menetap di Dusun Tanah Abang Muara Kuang Kabupaten OI.

Menurut Sari, dalam kesehariannya, Fitri dikenal sebagai anak rumahan.

Setelah pulang sekolah, Fitri biasanya langsung pulang ke rumah dan jarang keluar lagi setelah itu.

"Paling kalau keluar rumah, dia ke pinggir sungai. Kan rumah kami dekat sungai, jadi memang banyak orang suka duduk-duduk di pinggirnya. Selebih itu, setahu kami dia jarang pergi jauh," ungkap dia.

Keluarga juga tidak merasa Fitri memiliki perselisihan dengan mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved