Siswi SMP Dianiaya Usai Tag Pacar Temannya pada Postingan Video, Pelaku Cemburu
Akibat penganiayaan yang dilakukan M, korban K, siswi SMP Negeri di Palembang, mengalami luka cakar di bagian pipi kiri dan kanan.
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM - Karena masalah sepele, seorang siswi SMP Negeri di Palembang bernisial K (14) jadi korban penganiayaan. Pelakunya berinisial M.
K dan M saling mengenal. Mereka menimba ilmu di sekolah yang sama.
Akibat penganiayaan yang dilakukan M, korban K mengalami luka cakar di bagian pipi kiri dan kanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganiayaan ini terjadi ketika K usai jam pulang sekolah diajak ketemuan oleh pelaku M pada, Jumat (10/6/2022) sekitar pukul 10:00 WIB.
Baca juga: Dua Pelaku Penganiayaan Guru di Kupang Ditahan, Terancam Hukuman Maksimal 5 Tahun
Pertemuan itu dipicu karena M mempermasalahkan K yang menandai pacarnya dalam sebuah postingan video. M rupanya cemburu dan tak suka yang dilakukan K.
Sempat terjadi komunikasi antara M dan K, bahkan K sempat meminta maaf kepada M.
Perkelahian memanas karena M yang merasa terlanjur kesal dengan K hingga mencakar wajah dan menjambak rambut.
Perkelahian keduanya dipisahkan oleh teman-teman K yang kebetulan lewat di sekitar lokasi.
"Aku posting video di medsos tag (tandai) kawan aku, iyolah akun pacarnya M, terus pas pulang sekolah dia ngajak ketemuan. Dia bertanya kenapa tag tag akun R (kekasih M)? tau dak ceweknyo R siapa. Aku jawab yo aku dak tau kalau dio (M) pacarnya. Aku minta maaf pak samo dio (terlapor), " ujar K saat membuat laporan di Polrestabes Palembang didampingi ibunya, Minggu (12/6/2022).
Baca juga: Pelaku Penganiayaan Anak Anggota DPR Minta Kasus Diselesaikan Restorative Justice, Ini Respon Polisi
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi membenarkan laporan korban dan sudah diterima.
"Korban langsung membuat laporan dan sudah kami terima. Korban dan terlapor masih anak dibawah umur, " ujar Tri.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Dicakar Teman Gegara Posting Video, Siswi SMP di Palembang Lapor Polisi, Ini Kronologinya