Mengenal Apa Itu Sekaten, Upacara Tradisional Peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad
Mengenal apa itu Sekaten, upacara tradisional peringatan hari lahir Nabi Muhammad. Sekaten adalah acara tahunan yang rutin digelar di Solo dan DIY.
Upacara tradisional sekaten diselenggarakan selama 7 hari dari tanggal 5 sampai dengan 11 bulan Mulud atau Rabi’ul Awal.
Adapun tahapannya, mula-mula gamelan sekaten dibunyikan sebagai pertanda dimulainya upacara Sekaten.
Gamelan Sekaten mulai dibunyikan mulai jam 16.00 sampai kira-kira jam 23.00 pada tanggal 5 Rabi’ul Awal.
Selanjutnya gamelan dipindahkan ke pagongan di halaman Masjid Besar, yang dilaksanakan pada tanggal 5 Rabi’ul Awal mulai jam 23.00.
Di pagongan ini, gamelan Sekaten dibunyikan pada waktu siang hari dan malam hari, kecuali pada waktunya shalat dan Jumat.
Tahapan selanjutnya adalah hadirnya Sri Sultan beserta pengiringnya ke serambi Masjid Besar untuk mendengarkan pembacaan riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pada tanggal 11 Rabi’ul Awal mulai jam 20.00 hingga 23.00.
Tahap terakhir adalah dikembalikannya gamelan Sekaten dari halaman Masjid Besar ke kraton, dan sebagai pertanda berakhirnya upacara Sekaten.
Tahapan ini diselenggarakan pada tanggal 11 Rabi’ul Awal mulai jam 23.00.
Baca juga: Permainan Tradisional Jambi Ago Gilo, Boneka yang Bisa Memberontak Hingga Peserta Terlempar
Upacara Garebeg Mulud
Upacara ini merupakan satu rangkaian dengan upacara sekaten.
Garebeg mulud adalah garebeg yang diadakan di bulan Mulud untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW.
Dalam upacara garebeg mulud terdapat upacara gladhi resik, numplak wajik dan garebeg mulud (miyosipun Hajad Dalem).
1. Upacara Gladhi Resik
Upacara gladhi resik dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 8 bulan Mulud, tanggal 9 istirahat, tanggal 10 gladhi resik lagi, dan tanggal 11 istirahat lagi, sebagai persiapan pelaksanaan upacara garebeg Mulud.
Upacara gladhi resik dipersiapkan oleh kesatuan prajurit kraton yang terdiri prajurit wirabraja, prajurit daeng, prajurit patangpuluh, prajukarit prawiratama, prajurit jagakarya, prajurit nyutra, prajurit ketanggung, prajurit mantrijero, prajurit surakarsa, dan prajurit bugis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/perayaan-upacara-sekaten-di-solo.jpg)