Senin, 1 Juni 2026

Lurah Cabean Semarang Dipukul Satpol PP Saat Ricuh Pembongkaran Jembatan: Korban Dirawat 2 Hari

Akibat pemukulan tersebut, Lurah Cabean dirawat di rumah sakit selama dua hari

Tayang:
Editor: Erik S
Instagram/andreli48
Oknum Satpol PP Kota Semarang Diduga memukul Lurah Cabean, Kota Semarang, Jawa Tengah 

Untuk itu, lurah dan camat seharusnya mendukung kebijakan Satpol PP. Menurutnya, lucu jika lurah dan Satpol PP mempunyai pandangan yang beda dengan lurah atau camat.

"Lucu, jadinya jeruk makan jeruk kalau seperti itu," tambahnya.

Meski sempat ada permasalahan, Fajar menegaskan tetap akan membongkar bangunan tersebut. Bahkan, dia berniat akan turun langsung.

Baca juga: Dokter Perempuan di Medan Jadi Tersangka Karena Aniaya Bayi Tetangganya: Begini Penjelasan Polisi

"Beberapa hari ke depan jalan akan saya bongkar," ujarnya.

Warga tolak pembongkaran jembatan

Sekitar 60 warga Pusponjolo Timur, Kelurahan Cabean, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah menolak pembongkaran jembatan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang.

Salah satu warga Pusponjolo Timur, Emi mengatakan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk digunakan sebagai fasilitas umum.

"Bahkan pembangunan jembatan tersebut sudah mendapat persetujuan dari RT, RT, Lurah, Camat, hingga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang," kata Emi kepada awak media, Kamis (8/9/2022).

Menurutnya, dengan adanya jembatan tersebut aktivitas warga cukup terbantu. Sebelum dibangun, jembatan tersebut hanya bisa dilewati pejalan kaki.

Baca juga: Dipicu Masalah Sepele Suara Knalpot, 2 Pria di Bulukumba Keroyok Tetangga hingga Tewas

"Kalau kendaraan roda dua atau mobil harus pakai jalan yang lain," ujarnya.

Selain itu, adanya jembatan tersebut juga membantu akses masuk mobil pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran di permukiman warga Pusponjolo Timur.

"Dengan adanya jembatan ini mobil pemadam kebakaran bisa masuk," paparnya.

Warga lain, Agung Setiawan Serra mengatakan hal yang sama. Menurutnya, jembatan tersebut membantu warga untuk kasus keluar masuk permukiman warga.

"Seharusnya pemerintah berterima kasih karena masih ada warga yang peduli membangun jembatan dengan dana pribadi," sesalnya.

Baca juga: Kronologi Warga Keroyok Polisi di Jakarta Timur, Terpaksa Lepaskan Tembakan ke Udara

Selain itu, dia juga menyesalkan adanya dugaan pemukulan anggota Satpol PP Kota Semarang kepada Lurah Cabean.

Menurutnya, Lurah Cabean bisa melapor ke polisi terkait pemukulan tersebut.

"Pak Lurah katanya sudah ke rumah sakit dan dilakukan visum. Jadi bisa melapor ke polisi," ujarnya.

Berita ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved