Diresmikan Jokowi, Masiid Raya Syeikh Zayed Jadi Prototipe Program Moderasi Beragama

Ini merupakan program Kementerian Agama (Kemenag) untuk merespons situasi aktual kehidupan beragama khususnya jelang tahun politik Pemilu 2024. 

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Willem Jonata
APS Solo
Petugas membersihkan lantai Masjid Syeikh Zayed dengan ride on cleaning machine. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Masjid Raya Syeikh Zayed di Kota Solo, Jawa Tengah pada Senin (14/11/2022). Masjid ini merupakan hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed Bin Zayed Al Nahyan yang diberikan kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. 

Selain jadi pusat ibadah dan kegiatan agama, pemerintah juga menjadikan Masjid Raya Syeikh Zayed ini sebagai prototipe program prioritas Masjid Pelopor Moderasi Beragama (MPMB). 

MPMB merupakan program Kementerian Agama (Kemenag) untuk merespons situasi aktual kehidupan beragama khususnya jelang tahun politik Pemilu 2024. 

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menjelaskan program MPMB jadi solusi untuk menjawab ragam masalah keagamaan serta kebangsaan di kondisi sosial kemasyarakatan yang rentan terfragmentasi.

Baca juga: Jokowi Ajak PM Australia Bangun Industri Baterai Mobil Listrik di Indonesia

“Setidaknya ada tiga hal tujuan program ini, pertama, untuk membangun profesionalitas dalam pengelolaan masjid oleh semua ekosistem masjid, antara lain bagi takmir, khatib atau penceramah, remaja masjid dan jamaah,” kata Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).

Kamaruddin menyampaikan bahwa program ini dimaksudkan untuk tiga hal. Diantaranya membangun profesionalitas pengelolaan masjid baik dari takmir, khatib maupun remaja masjid dan jemaah.

MPMB juga bertujuan untuk mendiseminasikan cara pandang yang moderat, toleran, sehingga kenyamanan dan kerukunan tetap terjaga.

Nantinya akan ada revitalisasi peran masjid menjadi kian profesional pengelolaan, serta moderat dalam cara pandang dan paham keagamaan seluruh ekosistemnya.

Dengan terbangunnya hal tersebut, diharapkan terjaga keharmonisan sehingga mampu mengakselerasi setiap upaya pembangunan bangsa dan negara. Mengingat kata Kamaruddin, ruh dari moderasi beragama adalah rasa dan perasaan toleransi antar umat. 

“Insya Allah, program MPMB akan menjadi solusi dari ragam permasalaham kebangsaan dan keagamaan yang ada di tengah masyarakat,“ ucapnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved