Gempa Berpusat di Cianjur

Kesaksian Guru SD yang Selamat dari Longsor Cianjur, Angkot Ringsek dan 3 Orang Meninggal

Rombongan hafiz cilik dari SD Khoiru Ummah menjadi korban longsor di Cianjur. Dalam Musibah ini satu guru dan 2 siswa meninggal dunia.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Daryono
Tribunnews/Yulis Sulityawan
Angkutan kota yang terseret longsor akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur berhasil dievakuasi, Rabu (23/11/2022). Salah satu korban yang selamat ceritakan kronologi saat rombongannya terkena longsor. 

TRIBUNNEWS.COM - Rombongan SD Khoiru Ummah Cianjur, Jawa Barat menjadi korban dalam musibah longsor di Desa Cibeureum, Kecamatan Cigunang, Cianjur.

Longsor tersebut diketahui terjadi akibat gempa yang mengguncang Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu.

Mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju sekolah menggunakan angkot setelah mengikuti kegiatan Festival Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Sarongge.

Dilansir dari TribunJakarta.com, dalam angkot tersebut berisi sepuluh penumpang yang terdiri dari delapan siswa, satu guru, dan satu sopir.

Para siswa SD Khoiru Ummah ini adalah para hafiz atau penghafal Al-Qur'an.

Ketika perjalan pulang, longsor menimpa angkot rombongan SD Khoiru Ummah dan menyebabkan 3 orang meninggal dunia.

Baca juga: Cerita Perekam Video Detik-detik Anak SD Menjerit Saat Longsor Gempa Cianjur Timbun Gurunya

Korban yang meninggal dunia adalah Ustaz Yunus Iskandar dan dua siswa, yakni Ananda M Salman Faris dan M Fata Tahsinul Ahlaq.

Ustaz Taufiq Andi, salah satu guru SD Khoiru Ummah yang selamat, mencerikan kronologi kejadian yang dialami oleh rombongan sekolahnya.

SD Khoiru Ummah mengirimkan dua rombongan dengan dua angkot dalam kegiatan Festival PKBM.

Satu angkot yang berisi para siswi berhasil selamat dan Taufiq Andi berada di dalamnya sebagai pendamping.

"Jadi pas arah pulang menuju sekolah, kami melintas di depan Sate Shinta (lokasi titik longsor), lalu ada suara gemuruh dari atas. Nah untuk rombongan saya yang murid perempuan ini selamat karena longsor itu tertahan besi dan batu penahan tebing," jelasnya dikutip dari TribunJabar.com.

Sedangkan satu angkot lagi yang berisi para siswa terkena longsor.

Ketika longsor, Taufiq Andi mengaku sudah tidak melihat rombongan angkot yang berisi para siswa namun ia mendengar teriakan salah satu siswa memanggilnya.

Baca juga: Cerita Heri Warga Cijedil Jadi Saksi Mata Longsor Gempa di Cugenang, Lihat Angkot di Jurang

"Jadi rombongan laki-laki itu bersama Ustadz Yunus Iskandar ada delapan orang. Nah rombongan itu pas kejadian sudah tidak terlihat."

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved