Jumat, 29 Agustus 2025

Fakta Satu Keluarga Tewas di 3 Kamar Mandi Berbeda, Diduga Diracun, Anak Kedua Korban Diamankan

Satu keluarga di Magelang ditemukan tewas di rumahnya diduga karena diracun, Senin (28/11/2022). Anak kedua korban diamankan polisi.

Net
Ilustrasi Tewas - Satu keluarga di Magelang ditemukan tewas di rumahnya diduga karena diracun, Senin (28/11/2022). Anak kedua korban diamankan polisi. 

TRIBUNNEWS.COM - Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Sudiro, Gang Durian, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (28/11/2022).

Satu keluarga itu terdiri dari ayah A (58), ibu H (54), dan anak perempuan DK (25).

Mereka ditemukan dalam kondisi sudah tak sadarkan diri di dalam kamar mandi yang berbeda.

Ketiga korban tewas diduga karena diracun. Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku.

Adapun identitas terduga pelaku yakni DDS (17), yang merupakan anak kedua korban.

Dihimpun Tribunnews.com, berikut sejumlah fakta kasus satu keluarga tewas di Magelang.

Baca juga: Satu Keluarga di Magelang Ditemukan Tewas Diduga Keracunan, Terduga Pelaku Diamankan

Kesaksian ART

Mengutip TribunJogja.com, Sartinah (47), asisten rumah tangga (ART) di rumah tersebut mengatakan, dirinya mengetahui kejadian itu setelah dihubungi oleh anak kedua korban.

Ia mendapat telepon dari anak kedua korban pada Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat tiba di rumah korban, Sartinah mendapati majikannya sudah dalam kondisi tak sadarkan diri di dalam kamar mandi.

"Saya kan posisinya tidak menginap, terus saya diminta untuk menolong tapi korban pada pingsan semua."

"Pingsannya itu di dalam kamar mandi semua," ujarnya, Senin.

Ia kemudian menolong korban bersama anaknya dan anak kedua korban.

Mereka kemudian menggotong tiga korban ke kasur.

"Ya tadi kayaknya masih napas tapi saya tidak mengetahui sekali ya, badannya masih hangat."

"Sempat saya kasih minya kayu putih juga," bebernya.

satu keluarga di magelang ditemukan tewas
Rumah korban ketika dipasangi garis polisi saat olah TKP di Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (28/11/2022)

Baca juga: Fakta-fakta Penemuan Jenazah Satu Keluarga di Magelang, Diduga Tewas Diracun, Seorang Pria Diamankan

Diduga Keracunan

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib. Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan awal, korban meninggal dunia karena keracunan.

"Dugaan awal korban meninggal karena keracunan, keracunan zat kimia apa kita masih dalam penyelidikan."

"Di mana, ditemukan minuman yakni dua gelas teh dan satu gelas es kopi," kata Plt Kapolresta Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, Senin, dilansir TribunJogja.com.

Sajarod menuturkan, saat ditemukan, ketiga korban berada di dalam kamar mandi yang berbeda.

"Posisinya pada saat meninggal semuanya ada di kamar mandi, karena merasa keracunan jadi mual, dan muntah langsung ke kamar mandi."

"Ditemukan tergeletak di kamar mandi berbeda, kebetulan di dalam rumah ada tiga kamar mandi," jelasnya.

Tiga Hari Sebelumnya juga Keracunan

Sementara itu, Sartinah mengabarkan, tiga hari sebelumnya, ketiga korban juga sempat mengalami keracunan.

pembunuhan di magelang
Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP di rumah korban, di Jalan Sudiro, No.2, Gang Durian, RT10/RW1, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (28/11/2022)

Baca juga: BREAKING NEWS: Ayah, Ibu dan Anaknya Ditemukan Tewas di dalam Rumah

Ketiganya keracunan setelah minum es dawet. Namun, kondisi mereka sudah berangsur membaik.

"Itu pernah waktu kemarin sekitar tiga hari lalu, kayak keracunan es dawet tapi itu sudah berobat kok."

"Terus ibu sama anaknya yang perempuan sudah sembuh cuma bapak lagi pemulihan."

"Kalau sakit lain paling cuma biasa kayak masuk angin tidak ada sakit yang berat," jelasnya.

Anak Kedua Korban Diamankan

Atas kejadian tersebut, polisi mengamankan DDS, yang tak lain merupakan anak kedua korban A dan H.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Iqbal Alqudusu, mengatakan DDS telah memberikan keterangan kepada polisi.

Dalam keterangannya itu, DDS mengaku telah menghabisi nyawa orang tua dan kakak perempuannya.

"DDS mengaku melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara online," ujar Iqbal dalam keterangannya, Senin, seperti dikutip dari Kompas.com.

(Tribunnews.com/Lusiana, TribunJogja.com/Nanda Sagita Ginting, Kompas.com/Muchamad Dafi Yusuf)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan