Sabtu, 30 Agustus 2025

Kerusuhan di Wamena Papua

Tanggapan DPD Pemuda Batak Papua soal Kerusuhan di Wamena yang Tewaskan 2 Anggotanya

Inilah tanggapan Organisasi Pemuda Batak Bersatu (PBB) Papua soal kerusuhan yang terjadi di Wamena.

Tribun-Papua.com/Arny Hisage
Sekelompok massa membakar kios milik warga perantau di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegununga, Kamis (23/2/2023) siang. - Inilah tanggapan Organisasi Pemuda Batak Bersatu (PBB) Papua soal kerusuhan yang terjadi di Wamena 

Hal tersebut dilakukan dengan menggandeng Pemkab Jayawijaya dan Polri.

Pihaknya mengumpulkan anak ada agar kerusuhan segera redam dan situasi kembali kondusif.

Massa membakar kios milik warga perantau di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegununga, Kamis (23/2/2023) siang. Warga terprovokasi isu penculikan anak.
Massa membakar kios milik warga perantau di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegununga, Kamis (23/2/2023) siang. Warga terprovokasi isu penculikan anak. (Tribun-Papua.com/Arny Hisage)

Baca juga: Polda Papua Pastikan 10 Korban Tewas akibat Kerusuhan di Wamena, 8 di Antaranya Warga Asli Papua

"Kini situasi di Wamena kembali kondusif berkat kerja keras dari semua Anak Adat dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya seperti yang diwartakan Tribun-Papua.com, Sabtu (25/2/2023).

Ia juga mengatakan, kondisi yang mulanya mencekam, kini sudah dalam kondisi normal.

"Kita bersyukur kondisi yang tadinya mencekam dan masyarakat sudah siap berperang dengan membawa peralatan, kini tidak terlihat lagi dan kondisi kembali normal," lanjutnya.

Letkol Athenius juga menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan permasalah yang terjadi.

"Komunikasi terus dilakukan antara Forkopimda Jayawijaya, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pihak terkait lainya," pungkasnya.

Daftar Korban

Setidaknya 10 orang tewas akibat kerusuhan yang terjadi.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memastikan jumlah korban tewas akibat kerusuhan di Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan sebanyak 10 orang.

"Korban itu 10 orang (tewas), delapan dari masyarakat asli Papua dan dua dari pendatang. Ada juga korban luka-luka dari aparat 18 orang," kata Irjen Mathius D Fakhiri di Mimika.

Dari 8 daftar nama korban sudah diketahui identitasnya yang diterima TribunPapua.com, ada nama Stepanus Wenda yang disebut sebagai seorang kepala desa di Lanny Jaya.

Baca juga: Erika Siagian Kehilangan Suami dan Adik karena Kerusuhan Wamena, Korban Dituduh Pelaku Penculik Anak

Berikut nama 8 korban meninggal, sementara dua korban lainnya belum diketahui identitasnya:

1. Albert Sitorus (26 tahun/laki laki)
Warga Sinakma, mengalami Luka parang bagian kepala belakang, luka panah bagian punggung.

2. Ramot Siagian (28 tahun/laki laki)
Warga Sinakma, mengalami luka parang bagian kepala belakang, luka lanah pada punggung.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan