Sabtu, 30 Agustus 2025

Bocah di Palembang Meninggal setelah 3 Kali Gagal Operasi Usus Buntu, Keluarga Laporkan Oknum Dokter

Seorang bocah berna Desfa Anjani (7) meninggal dunia setelah tiga kali gagal jalani operasi usus buntu, Minggu (19/3/2023).

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD KURNIAWAN
Suasana rumah duka - Seorang bocah berinisial DA (7) meninggal dunia setelah tiga kali gagal jalani operasi usus buntu, Minggu (19/3/2023). DA diduga menjadi korban malpraktik. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang bocah berinisial DA  (7) meninggal dunia setelah tiga kali gagal jalani operasi usus buntu, Minggu (19/3/2023).

Herman, ayah DA mengatakan, anaknya meninggal di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH).

"Anak kami malam tadi meninggal dunia di RSMH, " ujar Herman, Senin (20/3/2023).

Diketahui, anaknya gagal melakukan operasi sebanyak tiga kali di RSUD Palembang BARI.

Sebelum meninggal, DA sempat menjalani operasi pemotongan usus di RSMH yang menjadi penyebab keluarnya cairan kuning dari bekas operasi sebelumnya di RSUD BARI.

Operasi di RSMH berhasil, namun DA tak kunjung sadar ketika seorang dokter memberikan obat tidur pasca operasi.

"Lima hari semenjak selesai operasi adek tidak sadar. Detak Jantung nya tidak ada, namun dokter langsung menangani hal itu dengan memompa jantung secara manual menggunakan tangan. Detak jantungnya ada lagi, tapi adek masih tidak sadar, " kata Herman, dikutip dari TribunSumsel.com.

Baca juga: Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, Telur Ayam Kini Rp 30 Ribu Per Kg

DA dibawa ke RSMH karena kondisinya tak membaik meski telah tiga kali menjalani operasi usus buntu di RSUD Bari Palembang.

Jadi, DA telah menjalani empat kali operasi usus buntu.

Kondisi Sebelum Meninggal

Herman menceritakan, DA menjalani operasi pemotongan usus di RSMH Senin (13/3/2023) dan tak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (19/3/2023) malam.

Ia mengungkapkan, putrinya meninggal karena infeksi yang berlebih di usus dan menjalar ke hati hingga pembuluh darah pecah.

"Penyebabnya kata dokter ada infeksi pada luka operasi sebelumnya di dekat perut, lalu infeksi itu menjalar ke organ hati. Makanya pembuluh darah sampai pecah keluar darah sampai kaki, " ujar Herman saat dijumpai di rumah duka, Senin (20/3/2023).

Sesaat sebelum meninggal, DA dalam kondisi yang lemah karena detak jantung tiba-tiba berhenti.

Dokter, kata Herman, berusaha mengembalikan detak jantung DA.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan