Minggu, 31 Mei 2026

2 Saudara Kembar Cabuli 23 Bocah di Garut, Beraksi pada 2018 dan 2021, Pernah Jadi Korban Pelecehan

Dua saudara kembar di Garut cabuli 23 anak di bawah umur, beraksi pada 2018 dan 2021. Ternyata pelaku pernah menjadi korban pelecehan.

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi korban - Dua saudara kembar di Garut cabuli 23 anak di bawah umur, beraksi pada 2018 dan 2021. Ternyata pelaku pernah menjadi korban pelecehan. 

Kedua pelaku melancarkan aksinya di berbagai tempat, di pemakaman hingga belakang masjid.

"Anak saya baru jujur setelah pindah rumah, sebelum itu anak ada ketakutan," tandasnya.

Masih dari laman TribunJabar.id, ternyata dua pelaku pencabulan yang merupakan saudara kembar itu penah menjadi korban pelecehan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Tasikmalaya, Ato Rinanto.

"Yang jadi persoalan dalam kasus ini adalah diduga pelaku pernah menjadi korban," kata Ato, Kamis (4/5/2023).

Diketahui, pelaku melakukan pencabulan pada 2018 dan 2021 dengan jumlah korban 23 orang.

Ato pun menyesalkan hal tersebut.

Ia menyebut, perbuatan itu berulang karena penyembuhan terhadap pelaku yang tidak maksimal.

"Jika ditotal selama kurun waktu itu jumlahnya 23 orang, kami sangat sayangkan."

"Kepedulian dari berbagai pihak untuk penyembuhan total tidak terlaksana dengan baik," bebernya.

Ilustrasi pelecehan - kakak beradik saudara kembar cabuli 23 anak di bawah umur di Garut. Ternyata pelaku pernah menjadi korban pelecehan.
Ilustrasi pelecehan - kakak beradik saudara kembar cabuli 23 anak di bawah umur di Garut. Ternyata pelaku pernah menjadi korban pelecehan. (Warta Kota via Tribunnews)

Ato mengungkapkan, keluarga korban mendapat intimidasi hingga ketakutan dan enggan terbuka.

Akibatnya, para korban tidak terdata, sehingga tidak mendapat penanganan serius, seperti penyembuhan psikis dan rehabilitasi.

"Di persidangan yang bersaksi hanya satu, tapi ada dugaan di lapangan masuk lebih dari itu."

"Makanya akan kami verifikasi untuk pendampingan dan pemulihan," tandasnya.

Saat ini, pihak KPAI tengah mendata satu per satu korban.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved