Rabu, 3 Juni 2026

Cerita Warga Selamatkan Rasmin dari Mulut Ular, Ular Terpaksa Dibunuh Tapi Korban Tak Tertolong

Saat ditemukan warga, tubuh Rasmin dalam kondisi dililit ular. Sedangkan bagian kepala korban sudah dalam posisi di dalam mulut ular.

Tayang:
Penulis: Dewi Agustina
Kolase foto (handover)
Rasmin bin Mustana (57) tewas dililit ular di Desa Telutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra). Bagian kepala korban bahkan sudah dalam posisi di dalam mulut ular sepanjang sekitar 7 meter itu. 

TRIBUNNEWCOM, KENDARI - Rasmin bin Mustana (57), warga Desa Telutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia akibat dililit ular, Kamis (4/5/2023) malam.

Saat ditemukan warga, tubuh Rasmin dalam kondisi dililit ular.

Sedangkan bagian kepala korban sudah dalam posisi di dalam mulut ular.

Warga pun spontan langsung membunuh ular sepanjang sekitar 7 meter tersebut untuk menyelamatkan nyawa Rasmin.

Baca juga: Detik-detik Wanita Penyadap Karet Tewas Dililit Ular Piton di Sumsel, Ibu-ibu Sempat Ketakutan

Namun sayang Rasmin tak bisa diselamatkan.

Dia meninggal dunia dengan kondisi kepalanya di dalam mulut ular.

Diduga korban mengalami gagal pernapasan akibat lilitan ular yang hendak memangsanya itu.

Kronologis Kejadian

Tetangga korban, Sulatin (27) menceritakan awal mula kejadian hingga tewasnya Rasmin.

Sulatin mengatakan awalnya korban hendak ke kebun mengontrol hewan ternak peliharaannya sekitar pukul 16.00 Wita, Kamis (4/5/2023) malam.

"Korban seperti biasa aktivitasnya sehari-hari warga di sini yang mayoritas petani dan peternak. Korban ini mengontrol peliharaan ternaknya," kata Sulatin.

Baca juga: Tubuhnya Dililit Ular Piton Sampai ke Dada, Perempuan Penyadap Karet Tewas Diduga Kehabisan Napas

Namun hingga menjelang malam, korban tak kunjung pulang ke kediamannya.

Padahal seharusnya korban sudah berada di rumah menjelang Magrib setelah berkebun maupun mengontrol hewan ternak.

"Tidak seperti biasanya korban sampai malam tidak pulang-pulang. Keluarga panik dan melakukan pencarian bersama warga," jelasnya.

Keluarga dan masyarakat sekitar dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan pencarian tersebut.

Ada kelompok warga yang melakukan pencarian di jalur yang biasanya dilalui korban pergi maupun pulang dari kebunnya.

Dalam pencariannya, warga menemukan ular piton berukuran sekitar 7 meter melilit korban dengan erat sekitar pukul 20.00 Wita.

Bahkan, bagian kepala korban disebutkan sudah berada di dalam mulut ular tersebut.

Baca juga: VIRAL Seorang Pria Tewas Dililit Ular di Kabupaten Muna Barat, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

"Korban ditemukan dililit, kepala sudah mau ditelan. Sementara terlilit tadi," ujar Sulatin.

Melihat kejadian tersebut, warga dengan spontan kemudian membunuh ular yang memangsa korban.

"Secara spontan warga membunuh ular karena posisinya membahayakan, kalau tidak dibunuh warga yang terancam," katanya.

Ular itupun mati, sedangkan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia diduga lemas setelah dililit ular piton tersebut.

Sulatin menduga korban bertemu dengan ular yang memangsanya dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

"Setelah mau pulang sesudah dari sawah sepertinya, posisinya pulang," katanya.

Usai kejadian, korban kemudian dievakuasi ke rumah duka di Desa Telutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dari berbagai video viral yang beredar, terlihat ular yang membunuh korban dikerumuni warga di pemukiman.

Baca juga: Detik-detik Anak Dililit Ular Piton Hingga Pingsan Saat Memetik Sayur Bersama Ibunya di Muna Sultra

Sempat Izin Menggembala Sapi

Sebelum tewas dimangsa ular, Rasmin diketahui sempat minta izin kepada istrinya untuk menggembala sapi di kebunnya.

Namun usai salat Maghrib Rasmin tak kunjung pulang.

Sang istri yang khawatir, meminta menantunya untuk menyusul korban.

"Kemudian istri korban meminta kepada menantunya bernama Suparjo untuk menyusul korban," tutur Sulatin, tetangga dekat korban.

Saat itu korban terlihat dalam posisi tengkurap dan kepala bagian atas sudah berada di dalam mulut ular.

Melihat hal itu, anaknya lari meminta tolong kepada warga untuk menyelamatkan ayahnya yang hendak ditelan ular sepanjang 7 meter tersebut.

Warga yang datang kemudian berbondong-bondong ke lokasi kejadian dan langsung menyelamatkan korban.

"Pas diselamatkan itu sudah meninggal, karena dia sudah lilit itu korban, tinggal dia telan, tapi warga cepat datang dan langsung menyelamatkan korban," ujarnya.

Tewas akibat Gagal Pernapasan

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan dr Mbayo Ridwan Sandi, dugaan penyebab korban tewas akibat gagal pernapasan.

Selain itu, korban Rasmin juga diduga mengalami patah tulang rusuk sebelah kanan setelah dililit ular berjenis piton atau sanca tersebut.

"Korban pada saat ditemukan sudah dalam keadaan terlilit ular dan meninggal dunia," kata Wakapolsek Tinanggea, Ipda Yusuf, dalam keterangan tertulis tersebut.

Sementara keluarga korban menolak untuk tidak dilakukan autopsi.

Aparat Polsek Tinanggea juga sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti ular dengan panjang sekitar 7 meter tersebut.

Petugas juga sudah melakukan identifikasi terhadap korban hingga menginterogasi saksi-saksi.

Sosok Korban

Rasmin bin Mustana adalah seorang transmigran asal Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang berdomisili di salah satu desa transmigrasi di Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra.

Dia tinggal di Blok AA, RT 1, Desa Telutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Tetangga korban, Suratin (27) mengatakan seperti warga pada umumnya di Desa Telutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, korban sehari-harinya seorang petani dan peternak.

"Korban seperti biasa aktivitasnya sehari-hari warga di sini yang mayoritas petani dan peternak," kata Suratin dikonfirmasi TribunnewsSultra.com melalui telepon seluler.

Sehari-hari, kata Suratin, korban pergi ke kebun atau sawah sekaligus mengontrol hewan ternak peliharaannya.

"Korban salah satu warga transmigran dari Jawa Tengah, tapi untuk daerahnya saya kurang tahu persis. Sepertinya Cilacap," jelas Suratin yang tinggal tak jauh dari rumah korban.

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili/Sugi Hartono)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul:

Detik-detik Manusia Dimangsa Ular hingga Tewas di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, Kesaksian Warga

Korban Tewas Dimangsa Ular di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Alami Gagal Pernapasan, Rusuk Patah

Sosok Rasmin Warga Transmigran Jawa Dimangsa Ular hingga Tewas di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara

Sumber: Tribun Sultra
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved