Sabtu, 30 Agustus 2025

Kelompok Bersenjata di Papua

Markas KKB Papua Digerebek TNI-Polri, Ada Temuan Bendera hingga Senjata Api Berbahan Kayu

Tim gabungan TNI-Polri Satgas Damai Cartenz menggerebek markas KKB Papua di Kepulauan Yapen di Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Papua.

Istimewa
Barang bukti yang diamankan Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Kepulauan Yapen saat menggrebek markas KKB, Minggu (18/6/2023). 

Termasuk pembunuhan warga sipil, pendeta di antaranya di Nogolait, Nduga, Papua Pegunugan, pada Juli 2022 lalu.

Baca juga: Soal Nakes di Papua Barat yang Dapat Ancaman KKB, Ini Kata Kemenkes hingga Pejabat Setempat

Penangkapan dua anggota KKB Papua setelah sebelumnya terjadi kontak tembak dengan aparat Satgas Damai Cartenz.

Tim gabungan mendapat serangan dari KKB saat melakukan patroli.

Salah satu serangan bersenjata itu dilakukan oleh pecatan prajurit TNI yang kini bergabung dengan KKB Papua

Diketahui, tim berhasil menangkap dua anggota KKB berinisial MK dan TK.

Kombes Faizal Ramadhani, Kaops Satgas Damai Cartenz memberikan klarifikasi terkait penangkapan tersebut.

"Mengamankan dua orang pada saat kejadian kontak tembak di Nogoloit, dari dua orang tersebut satu orang merupakan pelaku kejadian di Nogoloit tanggal 16 Juli 2022," katanya dikutip  dri tayangan YouTube Kompas TV.

Kontak Tembak

Kontak tembak sempat mewarnai di Kampung Nogoloit, Nduga, Papua, yakni pada pada Jumat (25/5/2023) dan Senin (30/5/2023).

KKB di bawah pimpinan Egianus Kogoya dan Yotam Bugiangge melancarkan teror di wilayah itu.

Mereka menyerang petugas keamanan yang tengah berpatroli.

Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen menyebut, kontak tembak itu membuat warga di Kampung Nogoloit merasa ketakuan.

Akibatnya warga pun terpaksa harus dievakuasi, dan diamankan ke Distrik Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, dilansir Tribun-Papua.com.

Dua anggota KKB berhasil ditangkap Tim Satgas Cartenz di Nduga Papua. (Tangkap layar YouTube Kompas TV)
Dua anggota KKB berhasil ditangkap Tim Satgas Cartenz di Nduga Papua. (Tangkap layar YouTube Kompas TV) 

Baca juga: 3 Tersangka Pemasok Amunisi untuk KKB Diserahkan ke Kejari Wamena, Kasus Segera Disidangkan

"Ada 156 warga Nogoloit mengamankan diri ke Kenyam, mereka sementara ditampung di Gereja Siloam," ujarnya, Rabu (31/5/2023).

AKBP Rio Alexander Panelewen menyebut, KKB Papua meminta uang ke warga dengan memaksa.

Mereka menodongkan senjata dan langsung memasuki hunian warga.

Karena itu, warga meminta aparat keamanan untuk mengevakuasi mereka ke dalam kota Kenyam agar mereka tidak menjadi korban KKB.

"Mereka (KKB) sempat masuk ke toko terus todong senjata untuk minta uang," kata Rio.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) (Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan