Sempat Terdampak Pandemi, Pengusaha Muda Mampu Kembangkan Usaha Kafe di Situbondo
Menyisihkan penghasilannya sebagai AO, Gravit memulai langkah untuk mengumpulkan modal usaha Kedai Kopinya.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Malvyandie Haryadi
Sejak awal memutuskan untuk berbisnis Kedai Kopi, Gravit sudah memperhitungkan peluang bisnis di Situbondo, kampung halamannya.
Pada saat itu, tempat kafe masih sangat jarang. Walaupun menghadapi tantangan sampai harus menutup salah satu Kedai Kopinya, peluang bisnis pasti akan selalu ada. Maka dari itu bisnis es kristalnya justru meraup omzet yang sangat menguntungkan.
Pertanyaan yang kerap muncul adalah alasan Gravit yang hingga kini masih menjadi AO Mekaar.
"Mamah selalu ingetin saya untuk tidak melupakan dari mana kamu berasal, jangan jadi kacang lupa kulit. Modal awal saya ya dari PNM, selain mengabdi saya juga mau tumbuh dalam lingkup ini," pungkas Gravit.
Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCM., CRPP. |
![]() |
---|
UMKM Rempah Lokal Makin Mendunia, Labuna Bukukan Prestasi Bersama BRI |
![]() |
---|
Tidak Punya Akta Lahir, Anak Berusia 8 Tahun di Situbondo Jatim Terancam Tak Bisa Sekolah |
![]() |
---|
Regulasi Pemilu di Masa Pandemi |
![]() |
---|
Satu Kasus Ditemukan, Dinkes Ungkap Kondisi Terkini Covid-19 di Kota Yogyakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.