Sabtu, 30 Agustus 2025

Siswa SMP Tewas saat MPLS, Orang Tua Sebut Nyawa Tak Bisa Dibeli, Kepsek Nangis Minta Maaf

MA (13), SMP di Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi tewas tenggelam saat mengikuti MPLS.

Editor: Nuryanti
Dian Herdiansyah/Tribunjabar
Unit PPA Polres Sukabumi Mendatangi keluarga MA di Kampung Selaawi, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Senin (24/07/2023) sore - MA (13), SMP di Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi tewas tenggelam saat mengikuti MPLS. 

"Yang jelas memang itu dalam rangka MPLS, saat ditemukan anak saya masih pakai topi sekolah, masih pakai seragam."

"Tas, sepatu masih ada di sekolah sampai sekarang belum diambil," tandasnya.

Baca juga: Siswa SMP di Sukabumi Tewas saat MPLS, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian dan Penyebab Kematian Korban

Atas kejadian yang menimpa anaknya, Imam mempertanyakan pengawasan pihak sekolah saat kegiatan MPLS berlangsung.

"Saya mempertanyakan ke pihak sekolah kenapa bisa sampai terjadi begini."

"Saat ditanya apakah tidak ada pendamping, bilangnya ada. Kalau ada kenapa nasib anak saya begitu," urainya.

Pihak keluarga pun meminta pihak kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas.

"Kami intinya meminta keadilan untuk anak saya. Nyawa gak bisa dibeli," tegasnya.

Kepsek nangis minta maaf

Pasca-kejadian tersebut, pihak sekolah sempat mendatangi kediaman korban di Kampung Selaawi, Desa Cibunarjaya.

Adapun kedatangan itu untuk mengucapkan belasungkawa sekaligus permohonan maaf.

"Jadi pihak sekolah datang meminta maaf dan mengakui ada kelalaian," kata Wawan Kuswandi, keluarga korban, Selasa (25/7/2023).

Unit PPA Polres Sukabumi Mendatangi keluarga MA di Kampung Selaawi, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Senin (24/07/2023) sore
Unit PPA Polres Sukabumi Mendatangi keluarga MA di Kampung Selaawi, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Senin (24/07/2023) sore (Dian Herdiansyah/Tribunjabar)

Bahkan, kata Wawan, Kepala SMPN 1 Ciambar yang datang secara langsung ke rumah korban.

Saat meminta maaf, lanjut dia, Kepala SMPN 1 Ciambar juga menangis.

"Jadi kepala sekolahnya langsung yang datang. Nangis-nangis meminta maaf," jelasnya.

Pihak keluarga pun mengaku telah memaafkan, namun tetap menyerahkan proses hukum ke Polres Sukabumi.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan