Minggu, 31 Agustus 2025

Seminggu Keluar RS, Mata Zaharman Guru yang Diketapel Orangtua Siswa Masih Bengkak dan Berair

Update terkini kondisi Zaharman, guru yang diketapel orangtua siswa usai seminggu keluar dari RS, mata masih bengkak dan berair hingga mengeluh pusing

Kolase foto TribunSumsel/TribunBengkulu
Kondisi Zaharman, Guru Diketapel Orang Tua Siswa Setelah Seminggu Keluar RS, Masih Sering Pusing 

Hal itu dikarenakan sang suami mengalami trauma berat pascakejadian tersebut

"Kita masih berharap bisa disetujui, untuk lokasi pindahnya bisa di mana saja," jelas Erma.

Kolase Konfrensi Pers Polres Rejang Lebong (kiri) dan guru korban penganiayaan wali murid (kanan). Kini Zaharman dilaporkan muridnya sendiri ke polisi karena diduga telah melakukan tindak penganiayaan.
Kolase Konfrensi Pers Polres Rejang Lebong (kiri) dan guru korban penganiayaan wali murid (kanan). Kini Zaharman dilaporkan muridnya sendiri ke polisi karena diduga telah melakukan tindak penganiayaan. (Kolase TribunBengkulu.com/M. Rizki Wahyudi)

Sementara itu, Kepsek Tuharlan Effendi mengaku mendukung keputusan dari sang guru.

Sekolah tidak bisa memaksanakan sang guru untuk tetap mengajar di sana.

Ia berharap sang guru ini bisa mendapatkan tempat mengajar baru yang nyaman dan aman.

"Apapun keputusannya kita dukung, kita juga berharap beliau bisa mendapatkan tempat yang nyaman dan aman," ungkap kepsek.

Zaharman Berharap Ada Donor Mata

Keluarga Zaharman (58) guru dikatepel orang tua siswa sangat berharap adanya pendonor yang mau menyumbangkan mata.

Sebelumnya, keluarga sempat menantang tersangka untuk menjadi pendonor mata guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Diketahui, mata kanan Zaharman mengalami buta permanen akibat hancur diketapel orang tua siswa.

Mubdi, anak Zaharman sangat berharap ada orang baik yang bersedia menjadi pendonor mata bagi sang ayah.

"Kalau ada yang orang baik yang mau donor mata kami sangat menerima," ujarnya saat diwawancarai Tribunsumsel,com, Selasa (8/8/2023).

Anak Tantang Pelaku Jadi Pendonor

Beberapa hari sebelumnya, Mubdi sempat menantang tersangka untuk menjadi pendonor mata bagi ayahnya.

Tantangan itu dilontarkan Mubdi sebagai ungkapan amarah sebab ayahnya harus mengalami cacat permanen di usia senja.

Ditambah lagi mata kiri Zaharman lebih dulu mengalami katarak sehingga makin menganggu penglihatan guru SMA di Rejang Lebong, Bengkulu tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan