Kasus Perundungan Siswi SMP di Sragen, Korban Pilih Tak Melaporkan Pelaku yang Menendang Perutnya
Siswi SMP di Sragen yang menjadi korban perundungan memilih untuk tidak melaporkan kasus yang dialaminya. Korban sudah kembali belajar di sekolah.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM - Hingga saat ini belum ada laporan polisi terkait kasus perundungan yang dialami siswi SMP di Sragen, Jawa Tengah berinisial S.
S menjadi korban perundungan pada Agustus 2023, namun video aksi perundungan baru viral di media sosial.
Pelaku perundungan merupakan teman S yang berinisial A.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP tempat korban belajar, Teguh Hartadi menyatakan, S memilih untuk tidak memperpanjang kasus perundungan yang dialaminya.
Berdasarkan pengakuan S, perundungan sudah tiga kali dilakukan oleh A yang kini sudah putus sekolah.
Baca juga: Kasus Perundungan Anak Marak, Wapres: Pemerintah Terus Cari Penyebabnya
Kasus perundungan yang viral terjadi di Jembatan Pajang, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Saat itu, kepala S dipukul dan perutnya ditendang oleh pelaku A.
Teguh Hartadi menjelaskan keinginan untuk tidak membawa kasus perundungan ke ranah hukum merupakan keinginan dari S sendiri.
"Kurang tahu apakah sudah ada mediasi antara A dan S, hanya saja kemarin anak S ini, hanya sebatas itu, tidak ada lanjutan," tuturnya, Rabu (4/10/2023), dikutip dari TribunSolo.com.
Menurut Teguh Hartadi, kondisi S sudah pulih dan dapat kembali bersekolah seperti biasa.
"Anaknya tidak trauma, justru dengan saya dekat, anaknya memang (tubuh) kecil, tidak pendiam, aktif, bergaul dengan teman-temannya banyak, komunikasi dengan guru juga baik," tandasnya.
Baca juga: Kapolsek Komodo yang Masuk ATM Pakai Helm dan Aniaya Sekuriti Bank Dimutasi
Motif Perundungan
Teguh Hartadi mengatakan S tidak dapat mengingat tanggal dirinya dipukul hingga ditendang pelaku.
"Peristiwa tersebut saya tanya anaknya, Nduk kira-kira itu kapan peristiwanya? Bulan Agustus katanya, tanggalnya lupa," ungkapnya.
Terkait motif perundungan, pelaku A marah saat korban meliriknya di jalan.
Pelaku menganggap korban menantangnya sehingga terjadilah aksi perundungan.
Selain melakukan perundungan, pelaku juga meminta uang milik korban yang saat kejadian hanya membawa Rp10 ribu.
Teguh Hartadi menyatakan, korban perundungan merupakan siswi kelas 9 SMP.
Baca juga: Siswa SMP Korban Perundungan Alami Patah Tulang Rusuk, Kini Memasuki Tahap Pemulihan
"Ada sebuah video viral, di mana video tersebut sudah tersebar ke masyarakat."
"Kemudian, saya memberi penjelasan, dari video tersebut, kalau yang di-bully memang anak (didik) saya," paparnya,.
Diketahui, potongan foto kasus perundungan diunggah di akun Instagram @icws_infocegatanwilayahsragen pada Senin (2/10/2023) lalu.
Kapolsek Sambungmacan, Iptu Widarto mengatakan, masih mendalami dan menelusuri lokasi perundungan.
Ia belum dapat menyimpulkan lokasi perundungan masuk ke wilayah Sragen atau Provinsi Jawa Timur.
"Mohon maaf, ini masih mencari informasi," jelasnya, Selasa (3/10/2023).
Baca juga: Wakapolres Cilacap Ungkap Kondisi 2 Tersangka Perundungan Siswa SMP
Sementara itu, Kasi SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Muhammad Farid Wajdi mengaku baru mengetahui adanya kasus perundungan pelajar di Sragen setelah viral.
Hingga kini pihaknya masih menunggu konfirmasi dari sekolah setempat agar kasus perundungan dapat segera ditindaklanjuti.
"Menunggu informasi dari sekolah dulu. Belum ada keterangan dari pihak sekolah, mohon maaf," terangnya.
Dalam potongan foto yang diunggah di akun Intagram terdapat keterangan sebagai berikut:
"Kiriman dari netizen..
Infonya video bvll**ng tsb terjadi si jembatan panjang yang terletak di perbatasan Jateng-Jatim.
Lokasi persisnya dekat lapangan Gringging, Sambungmacan, Sragen.
Dalam video durasi kurang lebih 50 detik itu, sekelompok remaja perempuan mengeroyok 1 remaja perempuan yang terlihat pasrah sama sekali.
Bahkan pada akhir video, sekelompok remaja tersebut menertawakan korban sambil mengump4t.
Kejadiannya sekitar awal bulan September 2023. Menurut info yg beredar, para pelaku masih sekolah di salah satu SMP di G*ondang Sragen.
Menurut info dari pengirim juga, para pelaku ini berulang kali melakukan kekerasan pada orang lain & sudah diselesaikan secara kekeluargaan, tapi masih kerap mengulangi perbuatannya lagi."
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.