Senin, 1 September 2025

Pilpres 2024

Ganjar Diberi Sorban Saat Sambangi Ponpes Al-Jauhariyah Cirebon, Sempat Diskusi Soal Pendidikan

Ganjar menyatakan para santri yang ada di Ponpes membutuhkan pembinaan agar dapat mengasah kemampuannya

istimewa
Ganjar Pranowo bersilahturahmi dengan pengasuh Ponpes Al-Jauhariyah Balerante, Palimanan, Kabupaten Cirebon, Muhammad Faqih, Minggu (8/10/2023) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo bersilahturahmi dengan pengasuh Ponpes Al-Jauhariyah Balerante, Palimanan, Kabupaten Cirebon, Muhammad Faqih, Minggu (8/10/2023).

Kedatangan Ganjar disambut meriah para santri dengan melantunkan salawat. 

Para santri juga berebut untuk mencium tangan Ganjar ataupun mengajak berfoto.

“Pak Ganjar, Bapak Ganjar,” teriak para Santri.

Lalu Ganjar diajak berjalan menuju ke sebuah ruangan untuk menemui dan berdikusi dengan para pengasuh Al-Jauhariyah Balerante.

Baca juga: Maruarar Sirait yakin Ganjar Pranowo Akan Menang Berkat Dukungan Penuh Jokowi dan Megawati

Setelahnya Ganjar diberikan sorban berwarna merah oleh Pimpinan Ponpes Al-Jauhariyah Balerante, Muhammad Faqih.

Ganjar yang mendapatkan sorban merah pun melontarkan senyum kepada Pimpinan Ponpes Al-Jauhariyah Balerante.

Setelah itu, Ganjar pun melaksanakan salat zuhur bersama dengan pengurus Ponpes Al-Jauhariyah Balerante.

Ditemui usai acara, Ganjar mengatakan  banyak hal yang dibicarakan dalam silahturahminya.

Seperti bagaimana cara mengembangkan pondok pesantren baik dari santri beserta fasilitasnya.

“Bertemu dengan para santri dengan para Kiai tadi kita bicara banyak hal tentu bagaimana mengembangkan pesantren, ada soal sekolah, soal fasilitas termasuk tadi bagaimana kita berdikusi soal meningkatkan para santri,” kata Ganjar.

Ditekankan Ganjar jika berbicara mengenai ilmu agama pastinya para santri sudah menguasainya.

Akan tetapi dari segi keterampilan bisa dibilang para santri masih membutuhkan hal ini karena fasilitas di Ponpes belum merata.

“Kalau Ilmu agama sudah selesai, nah sekarang butuh keterampilan, dan itu butuh fasilitas dari pendidikan dan maka kalau kemudian ini bisa dikembangkan secara bersama-sama, maka para santri ini InsyAllah ilmu agamanya mampu, tapi keterampilan hidupnya ada,” ucap Ganjar.

“Nanti kalau kerja di masyarakat mereka menjadi orang-orang yang mandiri. Dan ini adalah kawasan yang cukup bersejarah, karena sudah sangat tua (tahun) 1.700an berdirinya tentu punya banyak pengalaman yang bagus,” lanjut Ganjar.

Lebih jauh, Ganjar menyatakan para santri yang ada di Ponpes membutuhkan pembinaan agar dapat mengasah kemampuannya.

Ia berharap hal ini bisa menjadi sebuah perhatian bagi semua pihak.

“Tapi sekali lagi butuh banyak pembinaan dari pemerintah,” ucap dia.

Selain mengunjungi Ponpes Al-Jauhariyah Balerante, Ganjar juga  bersilahturahmi dengan para Kuwu.

Adapun Kuwu adalah sebutan yang lazim digunakan untuk kepala desa di wilayah bekas Kesultanan Cirebon, seperti Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan.

“Maka dari itu banyak sekali disampaikan termasuk para kuwu yang menyampaikan persoalan-persoalan gang ada di desa. Tata kelola pemerintah yang baik, bagaimana mensejahterakan masyarakat desa,” kata Ganjar.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan