Soal Tersangka Pembuang Bayi yang Tewas di Gresik, RS Ungkap Fakta BPN Alami Dehidrasi
Pihak rumah sakit menyebut, BPN datang dengan kondisi gagal jantung, dehidrasi berat, dan penurunan kesadaran.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Endra Kurniawan
Namun, setelah seminggu berada di Rutan Kelas IIB Gresik, BPN meninggal dunia.
"Masuk Rutan Gresik belum seminggu nyawanya sudah melayang (meninggal dunia)," katanya.
BY pun menceritakan, BPN menelpon ibunya menggunakan ponsel milik tahanan pendamping (Tamping).
Ia menyebut, BPN mengeluh soal ruangan karantina yang sesak dan kurang air minum maupun air bersih untuk mandi dan buang air.
Penjelasan Pihak Rutan
Kepala Rutan Kelas II B Gresik, Disri Wulan Agus Tomo mengungkapkan, korban mengeluh sesak napas sebelum dibawa ke rumah sakit.
Pihak rutan, kata Disri, langsung merujuk BPN ke RSUD Ibnu Sina untuk mendapatkan tindakan medis.
Baca juga: Pekerja Proyek Pergudangan di Gresik Tewas Setelah Terjatuh dari Atap Setinggi 5 Meter
"Kami memposisikan sebagai orangtua, jadi ketika ada warga binaan yang sakit, kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pertolongan. Waktu kejadian ananda Belva mengeluh sesak nafas, kita langsung melakukan pertolongan dengan merujuk ke rumah sakit terdekat," ujar Disri, dikutip dari Kompas.com.
Disri juga mengatakan, pihak rutan sudah sesuai prosedur, termasuk mencukupi kebutuhan makan dan minum.
"Kami sudah sesuai prosedur, memberikan makan dan minum, sama semuanya. Termasuk air minum, itu sudah tercukupi semua," ucap Disri.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Willy Abraham)(Kompas.com, Hamzah Arfah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.