Senin, 1 September 2025

Pembunuhan Berantai di Wonogiri

Detik-detik Sarmo Bunuh Katiyani pada Februari 2020, Pembunuhan Berantai di Wonogiri Terungkap

Kasus pembunuhan berantai di Wonogiri terungkap usai pelaku mengakui perbuatannya. Totol ada 4 orang yang dibunuh dari tahun 2020 hingga 2023.

Penulis: Faisal Mohay
Tribunsolo
Sarmo, pelaku pembunuhan berantai yang diamankan Polres Wonogiri, Sabtu (9/12/2023). 

"Saat berteduh pelaku mengetahui Katiyani mempunyai uang dari jual sepeda motor, lalu pelaku merayu untuk meminjam uang."

"Sekira pukul 18.00 waktu itu akhirnya Katiyani dibunuh dengan cara dicekik di tempat berteduh itu," jelasnya.

Baca juga: Pembunuhan Satu Keluarga di Musi Banyuasin: Penyebab Kematian, Kondisi dan Lokasi Penemuan Mayat

Selain melakukan pembunuhan, Sarmo juga mengambil uang Rp 11 juta serta hanphone milik korban.

Setelah mengubur jasad korban, Sarmo mendatangi rumah Katiyani dan memberi pesan ke suaminya.

Pesan tersebut berisi Katiyani kabur ke Kalimantan dan meminta cerai karena memiliki pacar baru.

4 Orang jadi Korban Pembunuhan

Jumlah korban pembunuhan berantai di Wonogiri dengan tersangka Sarmo bertambah menjadi empat orang.

Awalnya, Sarmo mengaku telah membunuh dua pria bernama Sunaryo dan Agung Santosa dengan cara diberi racun potas.

Jasad keduanya ditemukan Kecamatan Girimarto, Wonogiri pada Kamis (7/12/2023) lalu.

Kapolda Jawa tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan setelah dikembangkan terungkap Sarmo membunuh dua orang lain, yakni Katiyanti (26) dan Sudirmo.

Baca juga: Polisi masih Belum Mengetahui Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Pasuruan

"Benar yang bersangkutan (tersangka) atas nama Sarmo mengakui telah membunuh dua orang dengan cara meracun, kemudian dikembangkan lagi pada tanggal 21 Desember 2023," ujarnya, Sabtu (30/12/2023), dikutip dari TribunSolo.com.

Kasus pembunuhan dilakukan Sarmo dalam rentang waktu Desember 2020 hingga Desember 2023.

"Jadi empat kejadian inilah mengawali diungkapnya kasus, kemudian jajaran reserse kami Wonogiri di -ackup oleh jajaran Polda Jawa Tengah, baik itu Nafis, Labfor maupun Dokes dengan metode scientific running investigation," tuturnya.

Diketahui, Sarmo ditangkap pada Rabu (6/12/2023) karena terlibat kasus pencurian dengan pemberatan di Wonogiri.

Setelah diselidiki, terungkap Sarmo juga melakukan pembunuhan terhadap Sunaryo dan Agung Santosa yang jasadnya sudah menjadi kerangka ketika ditemukan.

"Dari kasus itu lalu di kembangkan oleh reserse kita dengan cara diungkap ternyata benar di Bulan Desember di tahun 2020-2023 telah dilakukan pengungkapan empat korban meninggal dunia dengan cara dibunuh," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan