Sabtu, 25 April 2026

Pembunuhan Berantai di Wonogiri

Awal Kasus Pembunuhan Berantai di Wonogiri Terungkap, 3 Korban Diracun dan 1 Dicekik hingga Tewas

Kasus pembunuhan berantai di Wonogiri terungkap. Tersangka yang bernama Sarmo membunuh 4 orang dan jasad para korban ditemukan sudah menjadi kerangka.

Penulis: Faisal Mohay
Tribunsolo
Sarmo, pelaku pembunuhan berantai yang diamankan Polres Wonogiri, Sabtu (9/12/2023). 

TRIBUNNEWS.COM - Satreskrim Polres Wonogiri menangkap Sarmo (35) yang terlibat kasus pencurian gergaji mesin pada Rabu (6/12/2023).

Dalam proses penyelidikan terungkap Sarmo merupakan pelaku pembunuhan terhadap Agung Santosa pada tahun 2021 dan Sunaryo tahun 2022.

Jasad keduanya ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka di dua lokasi berbeda di Kecamatan Girimarto, Wonogiri pada Kamis (7/12/2023).

Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan kedua korban dibunuh dengan motif yang berbeda.

Baca juga: Polisi masih Belum Mengetahui Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Pasuruan

"Pelakunya adalah S. Ini diawali kasus pencurian, si pelaku S berulang melakukan aksinya, lalu kita amankan dengan kasus pencurian."

"Masalah utang piutang (korban Sunaryo) dan bisnis kerja (korban Agung Santosa)," ungkapnya, Sabtu (9/12/2023), dikutip dari TribunSolo.com.

Agung Santosa dan Sunaryo dibunuh dengan cara diberi minuman yang telah dicampur racun potas.

Selang 3 minggu kemudian, jumlah korban pembunuhan berantai bertambah setelah petugas kepolisian melakukan pendalaman.

Dua korban yang baru terungkap yakni Katiyanti dan Sudirmo.

Katiyanti dibunuh Sarmo dengan cara dicekik dan dibanting ke lantai pada Februari 2020.

Baca juga: Terdapat 42 Reka Adegan dalam Rekonstruksi Kasus Pembunuhan 4 Anak oleh Ayahnya di Jagakarsa

Sedangkan Sudirmo dibunuh dengan cara diberi minuman beracun di dalam mobil pada 2022.

Kapolda Jawa tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan total korban pembunuhan berantai dengan tersangka Sarmo berjumlah 4 orang.

"Benar yang bersangkutan (tersangka) atas nama Sarmo mengakui telah membunuh dua orang dengan cara meracun, kemudian dikembangkan lagi pada tanggal 21 Desember 2023," ujarnya, Sabtu (30/12/2023), dikutip dari TribunSolo.com.

Kasus pembunuhan dilakukan Sarmo dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2022.

"Jadi empat kejadian inilah mengawali diungkapnya kasus, kemudian jajaran reserse kami Wonogiri di backup oleh jajaran Polda Jawa Tengah, baik itu Nafis, Labfor maupun Dokes dengan metode saintifik running investigation," tuturnya.

Baca juga: Polisi masih Belum Mengetahui Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Pasuruan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved