Kamis, 9 April 2026

Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin

Bujuk Rayu Annar Salahuddin ke Andi Ibrahim agar Uang Palsu Diproduksi di UIN Alauddin Makassar

Pembuatan uang palsu di UIN Alauddin Makassar dilakukan sejak 2022. Annar Salahuddin selaku investor meminta Andi Ibrahim agar mesin masuk kampus

Penulis: Faisal Mohay
Tribun-timur.com
Dr Andi Ibrahim S.Ag., S.S., M.Pd. calon guru besar di UIN Alahudin Makassar terjerat peredaran uang palsu 

TRIBUNNEWS.COM - Eks Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Andi Ibrahim, bukan tersangka utama dalam kasus pencetakan uang palsu.

Andi Ibrahim memasukkan mesin pencetak uang palsu ke dalam perpustakaan kampus atas permintaan Annar Salahuddin Sampetoding.

Mesin pencetak uang yang didatangkan dari China tersebut dimasukkan ke dalam ruangan tanpa sepengetahuan Rektor UIN Alauddin Makassar.

Kapolres Gowa, AKBP Rheonald Simanjuntak, mengatakan Annar Salahuddin mengiming-imingi Andi Ibrahim dengan keuntungan besar jika pencetakan uang palsu berjalan lancar.

Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 16 orang lainnya.

"Stasusnya (Annar Salahuddin Sampetoding) sudah tersangka," ucapnya, Sabtu (28/12/2024).

Peran Annar Salahuddin sangat singnifikan dalam kasus ini, yakni pemberi ide, investor pembelian mesin cetak, hingga pemberi perintah pembuatan uang palsu.

Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, menjelaskan Annar Sampetodin dan Andi Ibrahim sudah dua tahun bekerja sama mencetak uang palsu.

"Kita sampaikan kepada seluruh masyarakat, uang itu sudah dicetak sejak 2022 sekarang sudah mau 2025," terangnya.

Menurutnya, uang palsu tersebut mirip uang asli buatan Bank Indonesia.

"Memang hampir sempurna kemarin waktu press rilis pakai sinar ultraviolet itu ada tanda air, kalau masyarakat awam mungkin mengira wah ini uang beneran, padahal itu uang palsu," imbuhnya.

Baca juga: Tahan Tangis, Tersangka Uang Palsu Ceritakan saat Termakan Rayuan Andi Ibrahim: Terpaksa Ikut

Awalnya, produksi uang palsu dilakukan di rumah Annar Salahuddin yang terletak di Makassar.

Lantaran lokasi tidak memadai, mesin pencetak uang kemudian dimasukkan ke perpustakaan UIN Alauddin, Makassar.

"Jadi ini mesin dimasukkan ke kampus, alasannya ini kalau ada mahasiswa mau meminjam buku bisa fotokopi, bisa dicetak agar tidak curiga," lanjutnya.

Annar Salahuddin mengalami syok saat ditangkap dan kondisi kesehatannya menurun.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved