Kamis, 7 Mei 2026

Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin

Uang Palsu UIN Alauddin Ada Tanda Airnya, Kapolda Sulsel: Hampir Sempurna, Sulit Dideteksi

Polda Sulsel menyebut produk uang palsu UIN Alauddin nyaris sempurna, saat dicek menggunakan sinar ultraviolet ada tanda air.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nuryanti
Kolase YouTube Kompas TV/HO TribunTimur
Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono dengan jajaran saat konferensi pers terkait kasus peredaran uang palsu dari UIN Alauddin Makassar di Mapolres Gowa, Kamis (19/12/2024) dan Penampakan uang palsu UIN Alauddin Makassar diamankan di Mamuju, Sulawesi Barat. 

TRIBUNNEWS.COM - Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Yudhiawan Wibisono menyatakan, uang palsu produksi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, nyaris sempurna.

Bahkan, saat dilakukan pengecekan menggunakan sinar ultraviolet ada tanda air.

Sehingga, masyarakat mungkin menganggap itu uang asli.

"Memang hampir sempurna, kemarin di sinar ultraviolet itu ada tanda air."

"Bagi masyarakat, mungkin menganggap uang asli, padahal itu uang palsu," katanya di Mapolda Sulsel, Senin (30/12/2024), dilansir Kompas.com.

Yudhiawan mengungkapkan, uang palsu hasil cetakan sindikat ini sudah sulit untuk dideteksi peredarannya.

"Ini kita sampaikan ke masyarakat karena uang ini dicetak dari tahun 2022 sampai sekarang, uang yang beredar kita tidak bisa geledah (deteksi) lagi," jelasnya.

Sementara itu, Syahruna, seorang tersangka kasus uang palsu UIN Alauddin mengatakan, ada 19 tahapan yang harus dilewati sebelum uang palsu diedarkan.

Jika ada satu tahan saja yang tak lolos, maka uang palsu akan cacat dan terpaksa dibuang.

"Dari 19 tahapan itu harus lulus semua," katanya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (1/1/2025).

Tahapan produksi uang palsu dimulai dari mencetak benang pengaman dan tanda air.

Baca juga: Jatuh Sakit, Begini Kondisi Terbaru Annar Salahuddin Tersangka Utama Uang Palsu UIN Makassar di RS

Kedua item itu dibuat menggunakan mesin sablon.

"Setelah itu cetak UV-nya dan magnetik agar lolos dari mesin (cek uang palsu)" tandasnya.

Di sisi lain, Manajemen Bank Indonesia (BI) menegaskan, barang bukti yang disita dari Kampus II UIN Alauddin merupakan uang palsu dengan kualitas rendah dan mudah diidentifikasi dengan kasat mata melalui metode 3D yakni, dilihat, diraba, diterawang.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marliso menjelaskan, uang palsu itu dicetak menggunakan teknik inkjet printer dan sablon biasa.

Sehingga, tidak terdapat pemalsuan menggunakan teknik cetak offset sebagaimana berita yang beredar.

"Hal tersebut sejalan dengan barang bukti mesin cetak temuan Polri yang merupakan mesin percetakan umum biasa."

"Tidak tergolong ke dalam mesin pencetakan uang," kata Marliso, dalam rilisnya, dikutip dari Tribun-Timur, Selasa.

Adapun ciri-ciri uang palsu UIN Alauddin yakni tidak ada unsur pengamanan uang yang berhasil dipalsukan antara lain benang pengaman, watermark, electrotype, dan gambar UV hanya dicetak biasa menggunakan sablon.

Selain itu, kertas yang digunakan merupakan kertas biasa.

"Uang palsu yang ditemukan berpendar di bawah lampu U berkualitas sangat rendah pendaran yang berbeda baik dari segi lokasi, warna, dan bentuk dengan uang rupiah asli," jelasnya.

Dalam kasus uang palsu UIN Alauddin ini, pihak kepolisian telah menangkap dan menetapkan 19 orang sebagai tersangka.

Polisi juga telah mengamankan otak sindikat uang palsu UIN Alauddin Makassar, Annar Salahuddin Sampetoding atau ASS.

Sindikat percetakan uang palsu yang beroperasi di UIN Alauddin ini telah mencetak uang palsu sejak 2022.

Mereka hanya mencetak pecahan uang palsu Rp100 ribu.

Menurut pengakuan pelaku, biaya produksi untuk mencetak uang palsu tersebut mencapai Rp56 ribu per lembar.

Pemilihan pecahan Rp100 ribu didasarkan pada nilai modal yang lebih besar dibandingkan dengan pecahan yang lebih kecil, sehingga dianggap lebih menguntungkan.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Ciri-Ciri Uang Palsu Produksi UIN Alauddin

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana/Endra Kurniawan, Kompas.com/Reza Rifaldi, Tribun-Timur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved