Rabu, 6 Mei 2026

Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin

Jatuh Sakit, Begini Kondisi Terbaru Annar Salahuddin Tersangka Utama Uang Palsu UIN Makassar di RS

Usai dijadikan tersangka sindikat uang palsu di UIN Alauddin Makassar, Pengusaha Annar Salahuddin dikabarkan jatuh sakit hingga harus dirawat di RS.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
TribunTimur.com
Annar Salahuddin Sampetoding, pengusaha yang dijadikan tersangka dalam kasus uang palsu yang di produksi di UIN Alauddin Makassar. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut kondisi terbaru dari tersangka utama produksi uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) yang dikabarkan jatuh sakit hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Diduga berperan sebagai pencetus ide produksi uang palsu UIN Makassar, Annar akhirnya ditetapkan tersangka oleh Polres Gowa, Sulawesi Selatan, dalam kasus yang meresahkan masyarakat Indonesia beberapa pekan terakhir itu.

Hingga Selasa (31/12/2024), Annar masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. 

Annar dijaga ketat jelang pergantian tahun baru 2024 ke 2025.

Pengusaha tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh lemas usai ditetapkan sebagai tersangka kasus uang palsu di Kampus UIN Alauddin, Makassar, Sabtu (28/12/2024) malam.

Annar sebelumnya menjalani pemeriksaan secara maraton di ruang Reskrim Polres Gowa.

Baca juga: Pengakuan Syahruna, Operator Mesin Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar, Dijanjikan Tanah dan Rumah

Setelah mangkir hingga dipanggil oleh penyidik melalui surat panggilan sebanyak dua kali, akhirnya Annar datang bersama pengacaranya, Kamis (26/12) malam. 

Setelah itu, ia tidak pernah lagi keluar dari Mapolres Gowa, hingga penyidik resmi menetapkan Annar Salahuddin sebagai tersangka kasus produksi uang palsu di UIN Alauddin Makassar. 

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Annar terlihat lemas dan mengeluh sakit di bagian dada.

Annar Salahuddin Sakit Apa?

Pengacara menjelaskan bahwa Annar memang memiliki riwayat sakit jantung dan prostat. 

Karena alasan sakit, penyidik kemudian membawanya ke RS Bhayangkara. Awalnya, Annar Salahuddin dirawat di ICU RS Bhayangkara. 

Namun, karena kondisinya tak kunjung membaik, ia selanjutnya dibawa ke ruang rawat inap. 

Meski demikian, Annar tetap mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian. 

Kamarnya di ruang perawatan Love Bird, mendapat pengawasan selama 24 jam. 

"Dia dikawal penuh oleh anggota, sudah pasti juga keluarganya yang datang untuk membantu merawat yang bersangkutan," kata Kapolres Gowa, AKBP Reonald TS Simanjuntak kepada wartawan, Minggu (29/12).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved