Minggu, 31 Agustus 2025

Bandar Narkoba di Lahat Dijerat Pasal Berlapis, Melawan saat Ditangkap dan Bunuh Bripda Faras

Sebanyak tiga polisi ditusuk bandar narkoba di Lahat, Sumsel. Bripda Faras tewas dalam penangkapan tersebut. Dua bandar narkoba dijerat pasal berlapis

Tribunnews
Bripda Faras Nabhan Atallah naik pangkat jadi Briptu Anumerta, setelah tewas diserang bandar narkoba. 

TRIBUNNEWS.COM - Dua bandar narkoba di Lahat, Sumatera Selatan bernama Ebi (27) dan Lindi Fernandes (20) ditangkap pada Rabu (22/1/2025).

Mereka sempat melawan personel Satresnarkoba Polres Lahat saat digerebek.

Sebanyak tiga anggota Polres Lahat ditusuk dan satu di antaranya tewas.

Korban yang tewas bernama Bripda Faras Nahbah Attalah, sedangkan dua polisi yang terluka yakni Brigpol Didit Prasetyo dan Bripka Kunto Wibisono.

Penggerebekan dilakukan di rumah Ebi yang terletak di Desa Simpang III Pumu, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat.

Warga sekitar membuat laporan rumah Ebi sering dijadikan transaksi narkoba jenis ganja.

Kapolres Lahat, AKBP God Parlasro S Sinaga, menyatakan kedua bandar narkoba dapat dijerat pasal pembunuhan.

"Kami proses tuntas. Pelaku juga akan kami proses dengan tindak pidana umumnya, apakah nanti pasal pembunuhan berencana, penganiayaan, atau pembunuhan," tegasnya, Rabu (22/1/2025).

Terkait putusan hukuman, AKBP God Parlasro menyerahkan hal tersebut ke Pengadilan.

"Soal hukuman biarkan nanti Pengadilan, kami sesuai prosedur saja," imbuhnya.

Ia akan mengevaluasi jajarannya agar kasus serupa tidak terjadi.

Baca juga: Pesan Terakhir Bripda Faras kepada Kekasihnya Sebelum Tewas Ditusuk Bandar Narkoba

"Inilah resiko kami dalam bertugas, jadi bahan evaluasi kami," tandasnya.

Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono, menyatakan Ebi berusaha kabur melaui pintu belakang setelah melakukan penusukan.

Salah satu personel menembak kaki kiri Ebi sehingga terjatuh.

"Tersangka diberikan tindakan tegas dan dilumpuhkan karena kondisi petugas sudah membahayakan," tandasnya.

Dalam proses penggerebekan, polisi menyita sebuah tas berwarna coklat milik Ebi.

"Di dalam tas tersebut berisi ganja yang sudah dipaket sebanyak 1.020 gram. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah dibawa ke Polres Lahat untuk dilakukan pemeriksaan," imbuhnya.

Baca juga: Video Bripda Faras Tewas Diserang Bandar Narkoba saat Lakukan Penggerebekan, 2 Petugas Luka-luka

Bripda Faras Dapat Kenaikan Pangkat 

Prosesi pemakaman Bripda Faras telah dilakukan di Palembang, Sumatra Selatan pada Rabu (22/1/2025) sekitar pukul 16.35 WIB.

Polisi kelahiran tahun 2002 tersebut mendapat kenaikan pangkat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas jasanya memerangi peredaran narkoba.

Kenaikan pangkat ini tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor Kep : 152/I/2025 tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa.

Prosesi pemakaman diiringi tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir dari kepolisian.

Diketahui, Bripda Faras dilantik menjadi polisi pada  21 Desember 2022.

Awalnya Bripda Faras ditugaskan di Polda Sumsel kemudian dipindahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Lahat pada Maret 2024.

Selama bertugas, Bripda Faras dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan pemberani.

Kematian Bripda Faras meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga, terlebih ayahnya seorang anggota polisi.

Baca juga: Sosok Kekasih Bripda Faras Batal Menikah, Tatapan Kosong karena sang Polisi Ditikam Bandar Narkoba

Ayah korban, Kompol Ahmad Fauzie terlihat memasangkan topi baret merah dan tanda kehormatan kepada jenazah saat prosesi pemakaman.

“Anak saya adalah pahlawan, ia telah melakukan tugasnya dengan penuh dedikasi, meski harus mengorbankan nyawanya,” ujar Kompol Ahmad Fauzi.

Kompol Ahmad Fauzie yang bertugas sebagai Kepala Bagian Logistik Polres Ogan Ilir masih tak menyangka anaknya tewas ditikam.

Sosok Bripda Faras

Kekasih Bripda Faras, Tita, turut datang ke rumah duka setelah mendapat kabar kematian korban dari rekan seangkatan.

"Dapat kabar dari kawan satu lettingnya sekitar jam setengah 4 tadi kalau Ayas (korban) kena tusuk sajam saat penggerebekan," tuturnya.

Korban sempat berjanji akan menikahinya setelah lulus kuliah.

"Ada rencana menikah, tapi menunggu saya lulus kuliah dan sama-sama sukses," imbuh Tita.

Baca juga: Duka Keluarga Bripda Faras, Polisi yang Tewas Ditusuk Bandar Narkoba di Lahat

Tita mengaku terakhir bertemu korban pada Jumat (10/1/2025) dan sempat melihat gelagat aneh dari wajah Bripda Faras.

"Tatapannya kosong, dan dia juga agak tertutup di media sosial," terangnya.

Salah satu rekan korban, Ajie Nugraha, mengaku kaget mendengar kabar kematian teman saat menempuh pendidikan.

Di matanya, Bripda Faras Nabhan Attallah merupakan sosok yang tak banyak tingkah.

"Orangnya baik dan biasa bercanda," tuturnya.

Ia terakhir berkomunikasi dengan korban pada Desember 2024 lalu.

Sebelum meninggal, korban sempat menonaktifkan media sosialnya.

"Akhir-akhir ini ia sering menutup diri tidak pernah lagi posting di medsos," pungkasnya.

Sebagian artikel telah tayang di Sripoku.com dengan judul Perjalanan Karir Bripda Faras Polisi di Lahat Tewas Ditikam Bandar Narkoba, Punya Banyak Prestasi

(Tribunnews.com/Mohay) (Sripoku.com/Andi Wijaya/Mat Bodok)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan