Senin, 18 Mei 2026

Kilang Pertamina Cilacap Kebakaran

Penjelasan Polisi dan Pertamina soal Kebakaran Kilang Minyak di Cilacap

Kilang Pertamina Lomanis di Cilacap, Jawa Tengah, dikabarkan terbakar pada Kamis (27/2/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hasanudin Aco
Via Kompas.com
KILANG TERBAKAR - Tangkap layar video yang merekam tangki kilang Pertamina di Cilacap terbakar pada Kamis (27/2/2025). Foto: Twitter/@Jateng_Twit 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kilang Pertamina Lomanis di Cilacap, Jawa Tengah, dikabarkan terbakar pada Kamis (27/2/2025).

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Ruruh Wicaksono memberikan keterangan terkait kabar tersebut.

Menurutnya, kondisi yang terjadi bukan kebakaran melainkan hanya asap yang timbul dari salah satu tangki.

"Hasil konfirmasi dari pihak Pertamina melalui Bapak Cecep (Area Manager Communication, Relations, and CSR Kilang Cilacap) bahwa itu bukan kebakaran, namun asap tebal dari salah satu tangki yang sedang dalam proses pembersihan berkala," ucap Ruruh kepada wartawan, Kamis (27/2/2025).

Dia menuturkan tangki tersebut dalam keadaan kosong karena sudah diisolasi.

Terkait kronologi dan penyebab asap itu muncul, Kapolresta masih belum dapat menjelaskan lebih lanjut.

Diketahui, Kilang Pertamina Lomanis di Cilacap, Jawa Tengah terbakar, Kamis (27/2/2025).

Dikutip dari akun media sosial X @jateng_twit, asap hitam membumbung diduga dari lokasi penyimpanan bahan bakar jenis Pertalite.

Dari keterangan unggahan itu disebutkan ada 38 tangki yang berisi produk Pertalite.

Upaya pemadaman sedang dilakukan intensif oleh tim pertamina menggunakan high capacity foam monitor.

Penjelasan Pertamina

Terpisah, Pjs Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap, Sunaryo Adi, mengatakan tim pemadam di Kilang Cilacap gerak cepat mengangani flash yang terjadi di salah satu tangki.

Dia mengatakan itu adalah asap dari sisa sludge saat pelaksanaan kegiatan pembersihan tangki yang sedang tidak aktif dipergunakan.

Kegiatan pembersihan sludge ini merupakan bagian dari rangkaian pemeliharaan berkala untuk memastikan keandalan operasional dan keselamatan fasilitas kilang. 

Proses pemadaman pun segera dilakukan dengan penyemprotan foam ke tangki dari segala arah baik untuk upaya pemadaman maupun untuk di luar tangki dengan tujuan untuk melakukan pendinginan tangki.

Pembersihan sludge untuk menghilangkan endapan yang dapat mengganggu kinerja tangki. 

"Ini untuk memastikan kondisi tangki sesuai standar operasional," kata Adi dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengutamakan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, & Environment). 

"Seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan secara ketat, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pemantauan lingkungan sekitar untuk meminimalkan risiko," ujar Adi.

Ia menyebut masyarakat saat ini sudah dikondisikan dan diinformasikan terkait dengan kondisi yang terjadi.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik, karena tim pemadaman sedang berupaya maksimal untuk mengendalikan kejadian.

"Tim Cilacap saat ini terus fokus melakukan upaya terbaik untuk terus melakukan pengendalian kejadian," ucap Adi.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Saat ini kilang tetap beroperasi normal dan untuk produksi BBM tidak mengalami gangguan.

"Kami mohon dukungan doa dari seluruh masyarakat, agar upaya pemadaman yang dilakukan bisa segera dapat menangani kejadian," katanya.

 Penulis: Reynas/Fin

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved