Sabtu, 30 Agustus 2025

Tim Khusus Selidiki Kematian Siswa SMA di Asahan, Diduga Dianiaya Oknum Polsek Simpang Empat

Dua tim khusus dibentuk untuk mengungkap kematian siswa SMA di Asahan, Sumatra Utara. Korban diduga alami kekerasan saat ditangkap polis.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Nuryanti
TribunSolo.com
ILUSTRASI PENGANIAYAAN - Siswa SMA di Asahan, Sumatra Utara meninggal diduga dianiaya oknum polisi pada Minggu (9/3/2025). Keluarga curiga dengan hasil tes urine korban yang dinyatakan positif. 

TRIBUNNEWS.COM - Dugaan kekerasan dialami siswa SMA di Asahan, Sumatra Utara bernama Pandu Brata Siregar (18) saat ditangkap oknum polisi pada Minggu (9/3/2025).

Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Abdul Manan Simatupang, namun dinyatakan meninggal pada Senin (10/3/2025) pukul 17.00 WIB.

Polres Asahan membentuk tim khusus untuk mengungkap penyebab kematian korban hingga dugaan kekerasan aparat.

Kaur Bin Ops Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan, Iptu Ahmadi, menyatakan tim bentukan Kapolres Asahan terdiri dari tim Reskrim dan tim Propam.

"Kapolres sudah mengeluarkan surat perintah (sprint) terhadap adanya dugaan yang seperti baru-baru ini viral. Kapolres bentuk dua unit, kami dari tim Reskrim menyelidiki pengungkapan dari kematiannya," tandasnya, Jumat (14/3/2025).

Sejumlah saksi telah diperiksa oleh tim khusus dengan tidak melibatkan jajaran Polsek Simpang Empat.

"Ini murni tim internal dari Polres. Saat ini rekan kami masih mengambil keterangan rekan Pandu di sekolah, dan saat ini sebagian ada di Polsek Simpang Empat, dan ada di Universitas Asahan untuk menyelidiki seluruh yang bersangkutan dengan kasus ini," tuturnya.

Iptu Ahmadi meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan dan tidak terpancing emosinya.

Penyidik akan melakukan ekshumasi jenazah atau pembongkaran makam.

"Sampai saat ini, keluarga korban belum memberikan persetujuan dengan alasan menunggu rembuk keluarga. Namun, apabila keluarga tidak berkenan, kami akan melakukan ekshumasi sendiri dengan tindakan hukum kami," tukasnya.

Menurutnya, proses ekshumasi dan autopsi akan mengungkap penyebab kematian siswa SMA.

Baca juga: Kisah Pilu Siswa SMA Yatim Piatu di Asahan Tewas setelah Diduga Ditendang Polisi, Bersiap Daftar TNI

"Percayakan kepada kami, Polsek Simpang Empat tidak kami libatkan karena mereka yang terlibat dalam perkara ini," tegasnya.

Sosok Korban

Berdasarkan keterangan dokter, Pandu mengalami luka bocor di lambung akibat pukulan benda tumpul.

Kerabat korban yang enggan disebut identitasnya mengatakan Pandu mengaku ditendang dua kali oleh oknum polisi.

"Jadi awalnya dia ini nonton balap lari sama teman-temannya, di dekat PT Sintong. Kemudian, ada polisi dua sepeda motor ngejar bubarkan balap itu."

"Karena kewalahan, mereka satu sepeda motor tarik lima," bebernya, Selasa (11/3/2025).

Korban dianiaya setelah kejar-kejaran dengan oknum polisi menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Dalami Kasus Siswa SMA Tewas setelah Diduga Ditendang Polisi, Polres Asahan Bongkar Makam Korban

"Setelah dikejar, satu orang lompat kemudian lari. Lepas dari kejaran polisi. Saat korban yang lompat, terjatuh dan pengakuan korban saat itu langsung ditendang sebanyak dua kali," lanjutnya.

Korban kemudian dibawa ke Polsek Simpang Empat dan dijemput keluarga karena mengalami sakit.

Ia menerangkan Pandu merupakan yatim piatu dan keluarga sedang berunding untuk melaporkan kasus ini ke Propam Polres Asahan.

"Saat ini sudah dalam proses pemakaman, laporan ini kami masih pertimbangkan apakah akan membuat laporan karena masalah biaya juga," lanjutnya.

Selama sekolah, Pandu selalu latihan fisik karena bercita-cita ingin masuk TNI.

"Dia juga bukan anak yang nakal, saya tau dia juga pelari, dia berprestasi. Terbukti, setiap dia ikuti lomba, dia selalu juara," tandasnya.

Ia membantah keterangan Polres Asahan yang menyatakan Pandu positif menggunakan narkoba.

Baca juga: Siswa SMA di Asahan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Korban Dituding Positif Narkoba

"Fitnah, itu tidak benar. Karena saya setiap hari dengan korban. Saya tau persis kehidupan dia (korban). Jangankan sabu, rokok pun tidak," tegasnya.

Hal senada diungkapkan teman korban yang tak mau diungkap identitasnya.

Teman korban mengaku menemani ke Polsek Simpang Empat saat sedang tes urine.

Hasil tes negatif, namun petugas meminta tes urine diulang.

"Saya tau, dua kali dia ini di tes. Pertama negatif, kemudian yang kedua samar-samar. Kami keluar duduk di depan ruangan Kanit Intel, kemudian dia dipanggil masuk dan dinyatakan positif narkoba," jelasnya.

Sebagian artikel telah tayang di TribunMedan.com dengan judul Bongkar Makam Pandu Siregar yang Diduga Dianiya Oknum Polisi, Tim Khusus Dibentuk Polres Asahan

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunMedan.com/Alif Alqodri)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan