Kelompok Bersenjata di Papua
Profil Rosalina Guru Tewas dalam Serangan OPM yang Membakar Sekolah dan Rumah di Yahukimo
Berikut ini profil Rosalina. Rosalina guru tewas akibat rumah dan sekolah diakar OPM di Kampung Anggruk, Yahukimo. Rosalina atau akrab disapa ibu Ros.
Editor:
Glery Lazuardi
Profil Rosalina: Guru Tewas dalam Serangan OPM yang Membakar Sekolah dan Rumah di Yahukimo
TRIBUNNEWS.COM, YAHUKIMO - Berikut ini profil Rosalina.
Rosalina guru tewas akibat rumah dan sekolah diakar OPM di Kampung Anggruk, Yahukimo.
Rosalina atau akrab disapa ibu Ros itu berusia 30 tahun.
Rosalina bersama dengan puluhan guru lainnya menjadi korban pada saat OPM membakar rumah dan sekolah mereka.
Dalam catatan Kodam XVII/Cenderawasih ada empat bangunan gedung sekolah dan satu rumah guru di Kampung Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua yang dibakar.
Insiden itu terjadi pada Jumat (21/3/2025).
Rosalina merupakan salah satu orang yang menjadi korban.
“Telah membunuh dan membakar hidup-hidup, membakar gedung sekolah serta rumah guru,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan, Minggu (23/3/2025).
Baca juga: TPNPB-OPM Akui Serang SD YPK Anggruk Yahukimo Papua Pegunungan, Eksekusi 6 Guru & Nakes
Selain Rosalina, sejumlah orang lainnya yang menjadi korban, yaitu:
Tiga orang menderita luka berat, yaitu
Vidi, Cosmas, dan Tari
Tiga orang luka ringan yaitu
Vanti, Paskalia dan Irmawati.
Seorang warga Yahukimo, Paulus Pahabol, mengungkapkan korban jiwa hanya berjumlah satu orang.
"Ada korban satu orang yaitu namanya Ibu Ros,” ujar Pahabol.
Pasca kejadian, kata dia, Pemerintah Yahukimo segera mengevakuasi korban.
Proses evakuasi di lapangan dilakukan di tengah situasi mencekam.
Situasi terkini di lokasi terlihat sepi dan tidak ada aktivitas warga.
Korban dibawa ke Jayapura, Papua.
Untuk korban menderita luka berat dibawa ke Rumah Sakit Martin.
Sedangkan untuk korban luka ringan dibawa ke Rumah Sakit Yaori.
“Kami diperintahkan untuk ke Jayapura evakuasi korban,” kata Pahabol.
Baca juga: Komnas HAM Diminta Kawal Kasus Vonis Bebas Polisi Cabuli Anak di Papua
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menjelaskan bahwa hanya 1 orang korban meninggal dunia akibat ulah Tentara Pembebasan Papua Papua Barat (TPN- PB). Dia menyebut informasi yang mengatakan 6 orang meninggal dunia itu tidak benar.
"Kami sudah masuk di lokasi dan melakukan penanganan darurat," kata Bupati Yahuli.
Dengan cuaca yang baik, kekuatan TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu korban. Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Bupati Yahuli juga menyampaikan bahwa pertolongan kesehatan di lokasi terbatas, sehingga korban yang luka berat dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
"Kami menyampaikan prihatin dan turut berduka cita yang mendalam untuk satu tenaga guru yang meninggal dunia. Kiranya jasa dan pelayanannya dapat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan dapat penguatan dari Tuhan,” katanya.
"Kami sudah tanya wakil bupati langsung yang turun ke lokasi. Informasi terakhir yang kami dapat adalah 1 meninggal dunia dan 3 luka berat dan 3 luka ringan,” katanya.
Ia kembali menegaskan kepada semua pihak bahwa informasi yang menyebut terdapat 6 hingga 7 korban meninggal dunia, tidak benar.
"Sebagai kepala daerah kami menyampaikan prihatin dan turut berduka sangat mendalam untuk 1 tenaga guru yang meninggal dunia. Kiranya jasa dan pelayanannya dapat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan dapat penguatan dari Tuhan," katanya.
Baca juga: OPM Serang dan Bakar SD di Yahukimo Papua Pegunungan, 6 Guru Asal NTT Tewas
Prabowo Tangani Masalah di Papua
Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto Sipin, mengunjungi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua di Dok 5, Kota Jayapura, Selasa (11/3/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk membahas penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM di wilayah Papua.
Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM Perwakilan Papua menyampaikan laporan mengenai sejumlah kasus yang telah ditangani, termasuk pelanggaran HAM yang menyebabkan 71 orang meninggal dunia dalam konflik di Papua.
Kemudian, masalah pengungsian di berbagai daerah di Tanah Papua.
Mugiyanto Sipin mengapresiasi kerja keras Komnas HAM Perwakilan Papua dalam menangani berbagai kasus pelanggaran HAM.
Ia menyatakan komitmen pemerintah untuk melanjutkan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat di Papua.
Khususnya di Wasior dan Wamena, serta fokus pada pendengaran korban dan pencegahan kejadian serupa.
Baca juga: Papua Global Spices, UMKM Binaan BRI yang Sukses Bawa Rempah Indonesia ke Pasar Dunia
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Komnas HAM Perwakilan Papua yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menangani masalah hak asasi manusia di wilayah Papua. Kami berharap, ke depannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut, baik di Papua maupun secara nasional,” ujarnya.
Pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian masalah di Papua, dengan fokus pada kasus Wasior yang dianggap lebih mudah ditangani karena ketersediaan data dari Komnas HAM Papua.
Diharapkan kebijakan yang diperlukan dapat segera diterapkan.
“Kasus pelanggaran HAM berat di Papua, yang terjadi pada era Presiden Jokowi, kami coba tapi belum tuntas diselesaikan."
"Namun, di era Presiden Prabowo, kami berkomitmen untuk melanjutkan penyelesaian kasus ini. Fokus utama kami adalah mendengarkan korban dan mencegah terulangnya peristiwa serupa,” katanya.
Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menyampaikan program prioritas yang memerlukan perhatian pemerintah, termasuk masalah pengungsi dan data kasus pelanggaran HAM berat.
Ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap kasus pelanggaran HAM berat dan penanganan pengungsi.
“Kami juga telah menyampaikan masalah pengungsi, serta data kasus pelanggaran HAM berat yang sudah kami sampaikan. Kami berharap, pemerintah dapat segera merespons isu-isu ini dengan kebijakan yang tepat,” ujar Frits.
Frits Ramandey menegaskan, respons cepat Kementerian Hukum dan HAM sangat penting untuk mencegah masalah pelanggaran HAM terus menjadi tantangan di Papua.
"Tugas utama Kementrian HAM adalah merespons masalah ini, karena jika tidak ditangani dengan cepat, maka masalah ini akan terus menjadi tantangan," pungkasnya.
Sumber: Tribun Papua
Kelompok Bersenjata di Papua
Sosok Prada Yahya, Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB, Sempat Chat 'Hari Minggu Tidak Bisa Online' |
---|
Korban Kontak Tembak dengan OPM, 2 Prajurit TNI Dievakuasi ke Timika |
---|
Daftar 5 Anggota KKB Papua Ditangkap Dua Bulan Terakhir & Rentetan Aksi Kejahatan Mereka |
---|
Sosok KKB Nowaiten Telenggen Ditangkap saat Mabuk, Akui Penembakan SAM Air hingga Pembunuhan Pendeta |
---|
Satgas Ops Damai Cartenz Tangkap KKB Anak Buah Egianus Kogoya, Ditemukan Lagi Mabuk di Puskesmas |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.