Rabu, 13 Mei 2026

Wartawati Dibunuh Oknum TNI

Alasan Keluarga Duga Ada Pelaku Lain dalam Kasus Juwita, Singgung Volume Sperma di Rahim Korban

Pihak keluarga Juwita (23)mengungkap alasan munculnya dugaan pelaku lain di balik pembunuhan sang jurnalis .

Tayang:
Penulis: Jayanti TriUtami
Kolase Tribunnews/BanjarmasinPost/Ist
PEMBUNUHAN WARTAWAN - Kolase potret wartawati Juwita (23) bersama kekasihnya, oknum anggota TNI AL (kiri), dan temuan jasad Juwita di Jalan Gunung Kupang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/3/2025) (kanan). Pihak keluarga Juwita mengungkap dugaan adanya pelaku lain di balik pembunuhan sang jurnalis. 

TRIBUNNEWS.COM - Terungkap alasan keluarga menduga ada pelaku lain di balik tewasnya jurnalis Juwita (23). 

Saat ini, anggota TNI AL Balikpapan, Jumran alias J (23) telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Meski J telah ditetapkan sebagai tersangka, pihak keluarga tetap mendesak penyidik untuk melakukan penyidikan lebih lanjut. 

Kuasa hukum keluarga Juwita, Muhammad Pazri mengungkapkan temuan cairan sperma di dalam rahim Juwita masih menimbulkan tanda tanya. 

Sebab, menurut Pazri, jumlah cairan sperma yang ditemukan dalam tubuh Juwita cukup banyak.

Pazri menduga Juwita sempat dua kali mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya tewas di tangan J. 

"Kami melihat secara medis. Hasil dari autopsi yang diterima keluarga, keluarga kan dijelaskan dokter forensik lalu direkam," ujar Pazri, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (4/4/2025). 

"Dari rekaman itu kami dengarkan bahwa ada cairan di rahim korban yang volumenya cukup banyak."

Karena itu, pihak keluarga menduga J tidak seorang diri dalam melancarkan aksi bejatnya. 

Untuk memastikan hal itu, pihak keluarga mendesak agar dilakukan tes DNA terhadap sampel cairan di rahim Juwita.

"Sehingga dari inilah kami menilai, apakah cuma satu orang yang melakukan kekerasan seksual terhadap korban?"

Baca juga: Kuasa Hukum Duga Ada Pelaku Lain di Kasus Pembunuhan Jurnalis Juwita

"Dari sampel yang diambil dokter, harapan kami ke depan dilakukan tes DNA agar divalidasi berkaitan dengan cairan itu milik siapa. Apakah hanya milik tersangka atau ada milik orang lain," ujar Pazri. 

Terbaru, penyidik berhasil mengamankan dua bukti baru berupa satu unit mobil dan satu unit motor. 

Pazri berharap kasus pembunuhan ini segera menemukan titik terang.

Untuk itu, Pazri mendesak tim penyidik untuk menelusuri kembali rekaman CCTV di sepanjang rute tempat jasad Juwita ditemukan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved