Jumat, 5 Juni 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

Daftar Korban Pembunuhan OPM di Yahukimo hingga Bantahan Mabes TNI terkait Anggota yang Menyamar

Elkius Kobak menyebut pasukannya telah membantai 11 pendulang emas yang dituding sebagai anggota militer pemerintah Indonesia. Berikut daftar korban.

Tayang:
Penulis: Dewi Agustina
Tribun-Papua.com/Istimewa
OPM BUNUH PENAMBANG - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang sejumlah guru dan tenaga medis yang sedang bertugas di Yahukimo, Jumat (21/3/2025). OPM Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama dikabarkan membunuh pekerja tambang emas di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. 

TRIBUNNEWS.COM, YAHUKIMO - Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama dikabarkan membunuh pekerja tambang emas di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Peristiwa ini dilaporkan Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Elkius Kobak kepada Markas Pusat Komnas TPNPB, dan diterima Juru Bicara OPM, Sebby Sambom, Selasa (8/4/2025) malam.

Baca juga: Polisi Benarkan Mantan Kapolsek Mulia Puncak Jaya Tewas Ditembak KKB, Ini Kronologisnya

Dalam laporannya, Elkius Kobak menyebut pasukannya telah membantai 11 pendulang emas yang dituding sebagai anggota militer pemerintah Indonesia. 

Mereka para korban dituduh melakukan penyamaran.

Kepada Tribun-Papua.com, Sebby Sambom menyebut aksi pembantaian oleh TPNPB-OPM dilancarkan selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 April 2025.

Operasi dilancarkan Elkius Kobak cs dengan bantuan PNPB Kodap III Ndugama Derakma.

"Pembunuhan tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa," ujar Sebby Sambom.

TPNPB, kata Sebby, menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghentikan pengiriman pasukan ke Papua yang disebut mereka digunakan sebagai pendulang emas, tukang bangunan, atau pekerjaan lainnya.

Mereka menegaskan akan menindak tegas anggota TNI yang bertugas di luar fungsi militer.

Baca juga: Bentrokan Pilkada di Puncak Jaya: 12 Orang Meninggal, KKB Terlibat, Ratusan Bangunan Terbakar 

Klaim ini didasarkan pada pernyataan Panglima TNI yang disebut mengakui status para korban sebagai anggotanya.

"Sebab, panglima TNI menyatakan bahwa itu adalah anggota saya. Maka sesuai dengan pernyataan Panglima TNI kami sudah eksekusi mati sebelas anggotanya yang bertugas sebagai pendulang emas di Yahukimo," kata Sebby Sambom.

KASUS PENJUALAN SENPI - Tim gabungan Polri melakukan pemeriksaan terhadap saksi tiga oknum anggota TNI yang berinisial RBS, YR, dan SS, Jumat (21/3/2025). Mereka diduga terlibat dalam jaringan penjualan senjata api lintas provinsi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
KASUS PENJUALAN SENPI - Tim gabungan Polri melakukan pemeriksaan terhadap saksi tiga oknum anggota TNI yang berinisial RBS, YR, dan SS, Jumat (21/3/2025). Mereka diduga terlibat dalam jaringan penjualan senjata api lintas provinsi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (HO/Mabes Polri)

Daftar Korban, Sebagian Selamat

Mengutip Tribun-Papua.com, pembunuhan tersebut berlangsung pada Minggu (6/4/2025).

Salah satu korban tewas adalah pendulang emas bernama Saharuddin asal Sulawesi Selatan.

Dari informasi yang diperoleh Komandan Koramil Koroway Bulanop Kodim 1704, korban tewas akibat penyerangan OPM, lebih dari satu orang.

Ada indikasi OPM yang melakukan penyerangan tersebut berasal dari kelompok Kodap XVI Yahukimo yang terdiri dari Batalyon Yamue dan Batalion WSM serta mendapat bantuan dari Kodap III Ndugama Derakma. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved