Minggu, 31 Agustus 2025

Penjelasan Rektor UNG Soal Tragedi 10 Mahasiswa KKN Diterjang Air Bah, 3 di Antaranya Tewas

Sepuluh mahasiswa geologi mengalami insiden tragis saat KKN di Bulawa, mereka terseret arus saat melakukan KKN, tiga meninggal.

Istimewa/TribunGorontalo.com
REKTOR JENGUK MAHASISWA - Potret Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok saat mengenjuk Fiqri Fariz Pakaya (21) mahasiswa Teknik Geologi yang dirujuk ke RSUD Aloei Saboe. Dalam peristiwa ini, 10 mahasiswa hanyut, 3 di antaranya meninggal dunia. 

TRIBUNNEWS.COM - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok, mengungkapkan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa sepuluh mahasiswa Jurusan Teknik Geologi.

Mereka terseret arus saat melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.

Musibah terjadi pada kunjungan ketiga mereka ke area pertambangan, yang merupakan bagian dari tugas pemetaan.

Eduart menjelaskan, kegiatan KKN di Kecamatan Bulawa dilaksanakan atas permintaan resmi dari pihak kecamatan dan kabupaten.

Kegiatan ini berjalan dengan baik sejak dilepas secara resmi pada Selasa, 4 Maret 2025.

Sebelumnya, mahasiswa tersebut telah dua kali melakukan pemetaan di area yang sama tanpa kendala.

“Namun pada kunjungan yang ketiga itulah terjadi bencana alam,” ujar Eduart saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (16/4/2025).

Musibah terjadi saat para mahasiswa hendak kembali ke posko setelah menyelesaikan tugas pemetaan.

Saat menyeberang sungai, tiba-tiba air bah datang dari arah gunung.

"Ada yang sudah sempat menyeberang, ada yang belum, dan ada juga yang masih berada di tengah sungai saat arus tiba-tiba membesar. Inilah yang menyebabkan mereka terseret," jelas Eduart.

Akibat insiden ini, tiga mahasiswa dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: 10 Mahasiswa KKN UNG Gorontalo Diterjang Air Bah di Pegunungan Bulawa, 3 di Antaranya Tewas

Tujuh mahasiswa lainnya berhasil diselamatkan.

Lima di antaranya telah dipulangkan ke rumah masing-masing, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Aloe Saboe dan Rumah Sakit Tombulilato.

Eduart menyatakan, kondisi kedua mahasiswa yang dirawat sudah stabil dan akan segera dijemput oleh keluarganya.

Rektor UNG menegaskan, pihak kampus bertanggung jawab penuh terhadap kondisi mahasiswa yang selamat dan keluarga korban.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan