Jumat, 29 Agustus 2025

Kronologi Tragis Tewasnya Jukir Semarang: Dikejar, Diserbu Lalu Dibunuh

Korban sempat berlindung di dalam kamar kos dan mengunci pintu namun usaha menyelamatkan diri itu gagal

Editor: Eko Sutriyanto
dok Polrestabes Semarang.
JUKIR TEWAS DIKEROYOK - Polisi menangkap lima tersangka kasus pengeroyokan yang menimpa jukir di Kota Semarang, Selasa (20/5/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Kasus kekerasan jalanan yang menewaskan seorang juru parkir (jukir) berinisial MDT (30) di Semarang menyisakan luka mendalam bagi warga. 

Polisi kini telah menangkap lima tersangka dalam kasus pengeroyokan yang berujung maut tersebut. Proses penangkapan kelimanya berlangsung dalam serangkaian operasi di berbagai lokasi, menandai eskalasi kekerasan yang tidak hanya brutal tetapi juga terencana.

Peristiwa bermula dari sebuah adu argumen antara korban dengan dua pelaku, DR alias Codot (38) dan BRS (31), yang terjadi di kawasan Sam Poo Kong, Semarang, pada Jumat malam (2/5/2025).

Adu mulut memanas hingga MDT menantang keduanya untuk berkelahi. Meski sempat dilerai oleh rekannya, situasi ternyata tak berhenti di sana.

Sabtu dini hari (3/5), MDT yang hendak kembali ke kamar kosnya di Jalan Gedung Batu Utara, Ngemplak Simongan, justru dikejar oleh kelompok pelaku.

Baca juga: 3 Fakta Kasus Pengeroyokan 2 Pemuda di Madiun, Polisi Ungkap Motif Pelaku

Ia sempat berlindung di dalam kamar kos dan mengunci pintu namun usaha menyelamatkan diri itu gagal setelah para pelaku berhasil mendobrak pintu dan melakukan penganiayaan brutal di dalam kamar korban.

"Korban dianiaya menggunakan tangan kosong, dipukul menggunakan rice cooker, dan dibacok dengan senjata tajam. Luka parah di bagian kepala dan tubuh menyebabkan korban tewas di tempat," jelas AKBP Andika Dharma Sena, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang.

Perburuan Lintas Lokasi: Tangkap di SPBU hingga Taman Kota

Setelah kejadian, tiga dari lima tersangka sempat kabur dari lokasi dan menjadi buron.

Namun Polrestabes Semarang dengan cepat menggelar operasi pencarian. Dua pelaku pertama, DR dan TP (28), ditangkap di SPBU Pamularsih pada Selasa (6/5). Beberapa hari kemudian, tersangka BRS diamankan di SPBU Krapyak, Purwoyoso, Ngaliyan, pada Minggu (11/5).

Pengejaran berlanjut hingga dua tersangka terakhir, DA alias Kancil dan AS, dibekuk di kawasan Taman Kasmaran, Randusari, Semarang Selatan.

Kelima tersangka saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

"Penangkapan dilakukan terpisah dan butuh pengamatan terhadap pergerakan para pelaku. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat atau mengetahui kejadian," ujar AKBP Andika.

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan