Penjualan Bayi ke Singapura
Awal Mula Terbongkarnya Sindikat Perdagangan Bayi ke Singapura
Peristiwa ini jadi awal mula terbongkarnya sindikat perdagangan bayi di Jawa Barat ke Singapura.
Mengutip TribunJabar.id, ada tersangka yang bertugas sebagai perekrut awal, ada yang juga merawat bayi sebelum diperdagangkan.
"(Peran) ada yang sebagai perekrut awal, sebagai perawat ketika masih bayi, maupun transaksinya, hingga sebelum bayi itu lahir atau ketika masih dalam kandungan dan ada penampungannya, serta pembuat surat-surat atau dokumen juga pengirimnya," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan.
Dipesan sejak Dalam Kandungan
Kombes Surawan menambahkan, bayi-bayi yang dijual rata-rata berusia tiga hingga empat bulan.
TribunJabar.id mewartakan, tersangka mengaku bayi-bayi tersebut bakal diadopsi di Singapura.
Ia menuturkan, bahkan ada yang sudah memesan bayi sejak dari dalam kandungan.
"Ada orang tuanya secara sengaja menjual sejak dalam kandungan, sehingga sudah dipesan,"
"Lalu, dibiayai persalinannya dan diambil oleh para pelanggan," lanjut Surawan.
Ia juga menuturkan bahwa satu bayi dihargai belasan juta rupiah.
"Harga satu bayinya di kisaran Rp11 juta sampai Rp16 juta," kata Surawan.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Polda Jabar Bongkar Jaringan Jual Beli Bayi, Ada yang Dijual Sebelum Lahir, Ini Modus Operandinya
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Muhammad Nandri Prilatama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PELAKU-PENJUALAN-BAYI-Sebanyak-12-pelaku.jpg)