Minggu, 31 Agustus 2025

Sosok SP, Rantai 4 Bocah di Boyolali, Pensiun Dini dari ASN, Niat Ajari Korban Ilmu Agama

Sosok SP, tersangka kekerasan terhadap empat bocah di Boyolali. Pensiun dini dari ASN untuk membina anak kurang mampu, malah lakukan kekerasan.

TribunSolo.com/Tri Widodo
BOCAH DIRANTAI - Rumah pelaku yang melakukan eksploitasi anak di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (14/7/2025). Warga digegerkan oleh temuan 4 bocah yang diduga disiksa dan dieksploitasi, Minggu (13/7/2025). Kaki mereka dirantai dan tidur di luar ruangan. Berikut sosok SP, tersangka kekerasan terhadap empat bocah di Boyolali. 

TRIBUNNEWS.COM - Polres Boyolali resmi menetapkan SP (65), warga Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebagai tersangka kasus dugaan penelantaran dan kekerasan terhadap anak.

Kasus ini terungkap setelah empat anak ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, dua di antaranya dirantai.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Joko Purwadi mengatakan, pihaknya telah mengantongi cukup bukti untuk menjerat SP, dengan pasal tindak pidana kekerasan terhadap anak.

SP diketahui merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia pensiun dini dari pekerjaannya sebagai ASN.

Istri SP saat ini bekerja sebagai ASN di Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Di mata tetangganya, SP dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Ia jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

"Pekerjaan SP dari hasil pemeriksaan itu, dulu pernah menjadi pegawai negeri, namun pensiun dini," ungkapnya Joko, dilansir TribunSolo.com.

Setelah pensiun, SP memutuskan untuk membina anak-anak kurang mampu di rumahnya. Ia juga mengajari ilmu agama.

SAW (14) dan IAR (11), kakak beradik yang berasal dari Kabupaten Semarang, berada di rumah SP sejak setahun lalu.

Sementara MAF (11) dan adiknya, VMR (6) dari Kabupaten Batang, sudah dua tahun tinggal di rumah SP.

"Jadi di Desa Mojo itu, SP tidak mempunyai pondok pesantren. Itu hanya di rumah. Cuma memberikan pembelajaran ilmu agama," jelasnya.

Baca juga: Modus Eksploitasi 4 Bocah di Boyolali, Korban Dirantai hingga Dipaksa Ternak Kambing

Namun, dalam memberikan ilmu agama itu, SP cukup keras, bahkan ia ringan tangan kepada anak-anak tersebut.

"Untuk belajar agama tetangga tahu, tapi kalau kekerasan terhadap anak ini masih didalami," katanya.

Adapun tindak kekerasan yang dilakukan SP di antaranya memukul korban menggunakan antena radio bekas.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan