Jumat, 1 Mei 2026

Menilik Pasar Burung Depok Kota Solo, Surganya Bagi Pecinta Kicau

Menilik Pasar Burung Depok, Kota Solo, Jawa Tengah. Surganya bagi pencinta kicau.

Tayang:
Penulis: timtribunsolo
(Dok. Rifqi Fawwaz Rijandra)
PASAR BURUNG DEPOK - Pasar Burung Depok berada di Jl. Balekambang Lor, Manahan, Surakarta. Kicau kenari, ocehan lovebird, hingga siulan murai batu bercampur jadi harmoni yang langsung menyapa setiap pengunjung. (Dok. Rifqi Fawwaz Rijandra) 

TRIBUNNEWS.COM – Pagi di Pasar Burung Depok, Solo, Jawa Tengah selalu dimulai dengan 'alunan orkestra alami' yang menyapa telinga.

Kicau burung kenari, ocehan burung lovebird, hingga siulan burung murai batu bercampur jadi harmoni yang langsung menyapa setiap pengunjung.

Aroma khas Pasar Depok Solo juga ikut menyapa, ada aroma pakan burung, serbuk kayu, dan sesekali wangi kopi hitam dari warung kecil di sudut lorong.

Pasar Burung Depok berada di Jl. Balekambang Lor, Manahan, Surakarta, dan jadi destinasi favorit pecinta burung dari Solo dan sekitarnya.

Tak hanya berbagai macam burung burung, terdapat juga beberapa hewan peliharaan, seperti ayam, bebek, kucing, anjing, tikus, tupai, kelinci, bahkan reptil seperti iguana.

Lurah Pasar Depok, Dwi Adi Prihutomo (46), mengatakan pasar ini bukan hanya tempat jual-beli burung.

“Di sini orang bisa belajar, bertukar pengalaman merawat burung, bahkan membangun komunitas,” ujarnya kepada Tribunnews Selasa (12/8/2025).

Dwi menyebut, sejak dulu Depok dikenal dengan suasana yang guyub.

PASAR BURUNG DEPOK - Pasar Burung Depok berada di Jl. Balekambang Lor, Manahan, Surakarta. Kicau kenari, ocehan lovebird, hingga siulan murai batu bercampur jadi harmoni yang langsung menyapa setiap pengunjung. (Dok. Rifqi Fawwaz Rijandra)
PASAR BURUNG DEPOK - Pasar Burung Depok berada di Jl. Balekambang Lor, Manahan, Surakarta. Kicau kenari, ocehan lovebird, hingga siulan murai batu bercampur jadi harmoni yang langsung menyapa setiap pengunjung. (Dok. Rifqi Fawwaz Rijandra) ((Dok. Rifqi Fawwaz Rijandra))

“Kalau pengelola, pedagang, dan pembeli saling percaya, pasar akan hidup dan ramai” tambahnya.

Setiap akhir pekan, pengunjung pasar membludak yakni hari jumat, sabtu, dan minggu.

Ramainya pengunjung membuat pengelola rutin mengingatkan pedagang soal kebersihan dan kesehatan burung.

“Kalau ada burung sakit, harus segera dipisahkan. Kami juga sering mengadakan sosialisasi tentang etika dagang dan larangan menjual satwa dilindungi,” jelas Dwi.

Baca juga: Pasar Besi Solo, Melawan Zaman di Bawah Tumpukan Karat

Di beberapa sudut pasar, terpampang spanduk berisi daftar satwa yang tidak boleh diperjualbelikan.

Perkembangan zaman juga ikut memengaruhi cara berjualan di Depok.

“Sekarang banyak yang kontak dulu lewat WA, kirim video burungnya, baru datang lihat langsung,” kata Dwi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved