Rabu, 7 Januari 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bengkulu, Gubernur dan Wakil Gubernur Bereaksi

Ratusan siswa dan guru menjadi korban keracunan setelah menyantap menu program MBG di Kabupaten Lebong, Bengkulu pada Rabu (27/8/2025).

TribunBengkulu.com/M Rizky Wahyudi
KERACUNAN MASSAL – Suasana para siswa yang mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG, Kamis (28/8/2025). Jumlah korban bertambah menjadi 456 orang, terdiri dari siswa dan guru. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, dan pihak kepolisian telah bereaksi terhadap peristiwa ini. 

"Saya juga sudah memerintahkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, Pak Arief, untuk segera ke Kabupaten Lebong memberikan dukungan penuh dari pemerintah provinsi," ucap Helmi.

Saat ini, para siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan medis berupa cairan, antibiotik, dan obat-obatan lainnya.

Wali Kota Bengkulu dua periode sejak 2013 sampai 2023 itu mengajak masyarakat Bengkulu turut mendoakan agar anak-anak yang dirawat segera pulih dan bisa kembali bersekolah seperti biasa.

"Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk betul-betul mematuhi SOP dalam rangka mewujudkan program makanan bergizi gratis," ujar Helmi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian menegaskan bahwa dapur MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan.

“Untuk sementara, pengelola dapur MBG ini dihentikan dan diinvestigasi dulu. Ada kelemahan di mana, itu nanti ranah aparat penegak hukum (APH) dan tim investigasi MBG." 

"Titik tekan Pemprov saat ini bagaimana anak-anak bisa sembuh, karena ini musibah yang harus kita tangani serius,” ujar Mian saat melakukan tinjauan langsung ke Kabupaten Lebong, Kamis.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian maupun kesengajaan dari pengelola dapur MBG dalam menyajikan makanan yang menyebabkan ratusan siswa keracunan.

Selain menutup dapur MBG, Mian juga bergerak cepat dengan menelpon langsung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu

Bupati Bengkulu Utara dua periode yakni 2016—2021 dan 2021—2024 itu meminta Baznas menyiapkan makanan tambahan bagi para korban agar kondisi kesehatan mereka cepat pulih.

“Dari Baznas kita harus tunjukkan perhatian. Untuk tiga sampai empat kali ke depan, makanan tambahan bagi korban akan ditanggulangi Baznas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mian juga mengimbau para siswa yang masih mengalami gejala keracunan agar tidak ragu untuk berobat ke rumah sakit. 

Ia pun memastikan pemerintah akan mendampingi seluruh korban.

“Bagi yang takut ke rumah sakit, kita akan dampingi. Sementara bagi siswa yang kondisinya sudah membaik, silakan dipulangkan agar rumah sakit tidak terlalu sesak,” tuturnya.

Keterangan polisi

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar membenarkan adanya penambahan jumlah korban keracunan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved