Program Makan Bergizi Gratis
Tak Pusing Harga Bahan Baku Naik, Pemilik Dapur MBG Ini Ungkap Cara Mengatasinya
Sejak awal SPPG beroperasi , Jimmy Hantu ini berupaya menggunakan bahan lokal dalam mengolah MBG
Ringkasan Berita:
- Jimmy Hantu pengelola dapur MBG di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor menggunakan 90 persen bahan baku dari lingkungan.
- Di SPPG Mutiara Keraton Solo Bogor 1 dan 2 miliknya, didukung juga oleh lahan pertanian sendiri serta peternakan unggas, budidaya ikan air tawar hingga sapi.
- Dua SPPG ini menyiapkan sekitar 8.000 porsi MBG yang didistribusikan untuk 25 sekolah di kecamatan sekitar.
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Kenaikan harga bahan baku biasanya membuat pelaku usaha pusing.
Namun, kondisi itu tak berlaku bagi pemilik dua dapur MBG (makan bergizi gratis) di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sujimin.
Alih-alih kelimpungan, ia justru memiliki cara agar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan lancar.
Baca juga: Kepala BGN Tanggapi Isu Kepemilikan 41 Dapur MBG yang Dikelola Anak DPRD Sulsel
Sejak awal SPPG beroperasi , pria yang sering disapa Jimmy Hantu ini berupaya menggunakan bahan lokal.
Sekitar 90 persen bahan baku berasal dari lingkungan sekitar.
“Kami sengaja tidak mengambil bahan dari luar. Karena ini program Indonesia jadi yang mendapatkan dampaknya juga harus warga Indonesia,” katanya saat ditemui di SPPG miliknya pada Selasa (16/12/2025).
Menurut dia, dalam program ini pihak yang paling diuntungkan adalah petani bukan pemilik dapur.
Dalam satu sajian ompreng MBG yang utamanya adalah makanan maka keuntungan justru dirasakan para petani.
“Dapur ini tidak ada uangnya, petani justru untung, karena total isi ompreng itu makanan yang asalnya dari apa yang ditanam dan diternak petani,” ungkap lulusan S2 IPB ini.
Di SPPG Mutiara Keraton Solo Bogor 1 dan 2 miliknya, didukung juga oleh lahan pertanian sendiri serta peternakan unggas, budidaya ikan air tawar hingga sapi.
Dengan sistem ini maka rantai pasok bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Kehadiran dapur MBG di wilayahnya juga langsung dirasakan warga sekitar.
Baca juga: Tak Hanya Berakhir di Tempat Sampah, Limbah MBG Disulap Jadi Pakan Ternak dan Pupuk
“Yang sebelumnya orang sekitar tidak familiar dengan menanam daun kelor, sayuran pakcoy sekarang ramai-ramai menanam sayuran itu dan laku dijual,” jelas dia.
Tak hanya sektor pertanian, geliat ekonomi juga terlihat pada peternakan.
Peternakan atau budidaya dalam skala kecil mulai bermunculan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemilik-dua-dapur-MBG-di-Kecamatan-Tamansari-Kabupaten-Bogor.jpg)