Minggu, 17 Mei 2026

Kondisi 4 Korban Selamat Kasus Pria Serang Keluarga Mantan Istri di Pacitan

Wawan tega melakukan penyerangan terhadap keluarga mantan istrinya di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim).

Tayang:
TribunJatim.com/Pramita
BUNUH MANTAN MERTUA - Garis polisi membentang di kediaman Miswati di Desa Temon, Arjosari, Pacitan, usai aksi pembunuhan keji yang dilakukan oleh Wawan. Pelaku menyerang keluarga mantan istrinya dengan parang, menyebabkan satu orang tewas dan lainnya luka-luka. 

TRIBUNNEWS.COM - Wawan tega melakukan penyerangan terhadap keluarga mantan istrinya di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim).

Pada Sabtu (20/9/2025) lalu, Wawan mengamuk menggunakan senjata tajam dan membabi buta menyerang penghuni rumah.

Akibat peristiwa itu, mantan mertuanya, yakni Timi tewas di lokasi setelah mengalami luka sayatan pada bagian leher akibat senjata tajam.

Empat korban lainnya yang selamat adalah mantan istri pelaku, Miswati; mantan ipar, Eky; mantan keponakan, Arga; dan mantan mertua, Miskun.

Mereka mengalami luka serius dan dibawa ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dr Darsono, Pacitan.

Kondisi terkini, ada dua korban selamat yang sudah dipulangkan dari rumah sakit.

Hal itu disampaikan oleh Kabag TU RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Tri Putranto.

“4 korban itu 2 sudah diizinkan pulang. Satu masih dirawat di sini (RSUD dr Darsono) dan ada yang dirujuk,” ungkapnya, seperti dikutip TribunJatim.com, Selasa (23/9/2025).

Ia menyebut, Miskun dan Eky sudah dibawa pulang, sedangkan Miswati masih dirawat.

“Miswati, alhamdulillah, sudah kondisi membaik pascaoperasi kemarin kita sudah pindah, bisa pindahkan ke ruang perawatan biasa." 

"Kemarin sempat dirawat di ICU. Terus, kemudian kita rawat di ruang biasa pascaoperasi kemarin,” terangnya.

Baca juga: Suami Bunuh Istri di Kebon Jeruk Diduga Dipicu Perselingkuhan, Polisi: Pelaku Sudah Menyerahkan Diri

Kemudian, Arga yang masih berusia 10 tahun dirujuk ke rumah sakit yang berada di Kota Yogyakarta.

“Arga membutuhkan penanganan dokter lebih komprehensif ya karena memang ada penurunan kondisi,” papar Johan.

Ia menjelaskan, rata-rata korban mengalami luka sobek di tangan, punggung, dan ada yang di wajah.

“Anak Arga kami rujuk karena hasil CT Scan ada pendarahan di kepala. Seluruhnya memang di operasi di RSUD dr Darsono Pacitan,” ungkapnya.

Adapun Miswati akan dioperasi oleh dua dokter, yaitu dokter spesialis bedah dan dokter spesialis bedah tulang.

Sebagai informasi, para korban masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Darsono pada Sabtu malam.

Penanganan terhadap korban, yaitu dimulai dari penanganan kegawatan kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang.

“Mulai dari yang sederhana seperti foto rontgen, kemudian kalau ada beberapa yang kita lakukan pemeriksaan CT Scan juga terus kemudian kita perawatan luka-luka yang terbuka yang bisa ditangani di UGD kalau memang luka itu dibutuhkan di kamar operasi kita geser ke kamar operasi,” ucapnya.

Johan menjelaskan, luka yang dialami korban kemungkinan karena benda tajam.

“Ada beberapa sayatan itu yang memanjang itu, tapi modelnya melengkung. Kurang lebih luka kalau ditarik lurus garis 20 sampai 25 centimeter,” tuturnya.

Kronologi Kejadian

Kasatreskrim Polres Pacitan, AKP Choirul Maskanan mengungkapkan kronologi peristiwa ini berdasarkan keterangan dari saksi Bima, pada Senin (22/9/2025).

“Berawal dari Wawan (pelaku) ditolak. Jumat 19 September 2025 itu mau mengajak balikan Miswati. Tetapi sama mantan mertuanya ditolak dengan kata-kata 'Hla arep balen piye wes oleh jodoh (hla mau kembali bagaimana, Miswati sudah dapat jodoh)',” ungkapnya.

Lalu pada Sabtu malam, pelaku kembali ke lokasi dan langsung memadamkan listrik rumah Miswati. 

“Saat itu Eky mau menyalakan listrik. Sampai di depan rumah, langsung disabet oleh pelaku,” ujar Choirul.

Setelah itu, Timi menyusul Eky karena mendengar teriakan.

“Kemudian ditebas lagi oleh pelaku,” tuturnya.

Timi yang mengalami luka parah akibat sabetan pada bagian leher langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Miskun yang menyusul Timi menjadi korban selanjutnya yang disabet senjata tajam oleh Wawan.

“Setelahnya, Bima dan Arga (mantan ponakan) yang masih berusia 10 tahun sembunyi. Tetapi, Arga yang diajak bersembunyi ngomong ketakutan,” ungkapnya.

Dari situ, Wawan mengetahui keduanya bersembunyi. Ia kemudian menyabet Arga, sedangkan Bima kabur supaya tidak ikut menjadi korban.

“Nah awalnya dikira jadi sandera, ternyata Bima kabur. Kami cari, Bima ketemu di rumah. Ini masih kami mintai keterangan,” terangnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih mencari keberadaan pelaku yang diduga kabur ke hutan.

“Untuk pelaku masih kami cari. Kami berusaha menyisir hutan,” pungkas Choirul.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kronologi Pembunuhan Keluarga Mantan Istri di Pacitan, Pelaku Wawan Padamkan Listrik Lebih Dulu.

(Tribunnews.com/Deni)(TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved