Sabtu, 9 Mei 2026

Diduga Kesepian dan Cari Perhatian, Lansia di Karanganyar Bakar Kasur hingga Rumah Hangus

Seorang lansia di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, diduga sengaja membakar kasur di rumahnya karena kesepian.

Tayang:
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Nuryanti
Tribun Solo/Mardon
KEBAKARAN - Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar rumah di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa, 30 September 2025. 

TRIBUNNEWS.COM - Turkiyem, seorang lansia di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, diduga sengaja membakar kasur di rumahnya pada Selasa (30/9/2025).

Api yang awalnya hanya membakar kasur itu lalu menyebar dan menghanguskan rumahnya.

Turkiyem diduga melakukannya karena mengalami depresi dan kesepian. Dia tinggal sendirian di rumah tanpa ditemani keluarganya.

Ali selaku Kepala Dusun Mundu menyebut, Turkiyem selama ini hanya dirawat oleh keponakannya.

"Korban tidak memiliki anak maupun cucu, yang merawat keponakannya," kata Ali dikutip dari Tribun Solo.

Menurut Ali, kesehatan Turkiyem menurun. Dia diduga terkena depresi yang disebabkan oleh kesepian.

"Korban mengaku sengaja menyalakan api dan ditaruh di atas kasur hingga hangus terbakar, namun korban berhasil dievakuasi tetangga dengan selamat," kata dia.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Efan R. Pratama, mengonfirmasi bahwa Turkiyem diselamatkan warga dan petugas.

"Kondisi korban baik-baik karena berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas Damkar PP Satpol PP Kabupaten Karanganyar," kata Efan.

Efan memperkirakan nilai kerugian akibat kebakaran mencapai Rp250 juta.

Sementara itu, kendati nyawanya terselamatkan, Turkiyem kaget sekali ketika melihat rumahnya terbakar.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan 5 Rumah di Parepare Sulsel, Kakek dan Cucunya Tewas Terjebak Api

Kesepian tidak boleh diremehkan

Kasus lansia membakar kasur di atas menunjukkan bahwa kesepian bukanlah perkara yang bisa diremehkan karena bisa berdampak sangat buruk.

Dosen Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Tiara Diah Sosialita mengatakan kesepian bisa berdampak fatal apabila berlangsung lama atau bersifat kronis.

Kesepian kronis yang dirasakan terus-menerus dan intens itu bisa berdampak pada risiko kesehatan mental, bahkan kematian.

Kesepian kronis adalah kondisi psikologis ketika seseorang merasa terisolasi secara sosial dan emosional dalam jangka waktu lama, meskipun mungkin dikelilingi oleh orang lain.

Kesepian tidak sekadar merasa sendiri sesekali, tetapi juga perasaan sepi yang menetap dan sulit diatasi, yang bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan fisik.

Ada studi yang menyimpulkan bahwa kesepian berdampak terhadap kesehatan yang setara dengan ketika seseorang merokok 15 batang sehari.

Kesepian adalah emosi alamiah manusia dalam menyikapi suatu kondisi.

Namun, akan semakin parah jika individu tidak segera mengatasinya. “Ketika kesepian kronis semakin intens akan muncul ide untuk bunuh diri. Kalau secara klinis hal ini sering terjadi pada remaja dan lansia karena ada faktor risiko perkembangan, baik secara kognitif, emosi, dan sosial, yang memang rawan,” kata Tiara dikutip  dari laman Unair, Sabtu (2/8/2025).

Tidak hanya berpengaruh signifikan terhadap kesehatan psikis, kesepian kronis turut berdampak pada kondisi fisik individu.

Kesepian berisiko terhadap kenaikan tekanan darah serta penurunan daya tahan tubuh hingga cenderung menjauhi pola hidup sehat, misalnya makan dan minum tidak teratur, jarang berolahraga, serta keseringan begadang.

Baca juga: Tangis Korban Kebakaran Pecah Dihadapan Gubernur: Rumah Habis Pak, Anak 5 Masih Sekolah

Cara Mencegah Kesepian

Kemajuan teknologi komunikasi yang memungkinkan setiap orang terhubung tanpa batas ternyata belum mampu menjadi solusi utama untuk mengatasi kesepian.

Media sosial bisa memperbaiki kondisi kesepian ketika memang digunakan secara tepat dan adaptif, misal menggunakan fasilitas koneksi sosial, seperti komunitas yang dapat berbagi pengalaman atau sekadar curhat. 

Individu yang mengalami kesepian dapat mencoba melakukan hal-hal praktis untuk mengatasi kondisi ini.

“Ketika sudah melakukan langkah-langkah praktis tersebut, tetapi kesepian yang dirasakan tidak membaik atau bahkan semakin parah, maka itu adalah tanda untuk mencari bantuan profesional dengan mendapatkan penanganan dari psikolog,” kata dia.

(Tribunnews/Febri/Rina Ayu/Tribun Solo/Mardon)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Lansia Sebatang Kara di Karanganyar Sengaja Bikin Rumahnya Terbakar, Diduga Depresi Cari Perhatian

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved