Aurora dan Kejar Mimpi Solo: Mahasiswi Penggerak Perubahan Sosial dari Kampus ke Komunitas
Mahasiswi UNS, Nisya Aurora Afifa, pimpin Kejar Mimpi Solo. Dari kampus ke komunitas, ia menggerakkan anak muda lewat program sosial & UMKM.
TRIBUNNEWS.COM – Balikpapan menjadi tempat kelahiran Nisya Aurora Afifa, 16 Juni 2005 silam.
Namun, kiprahnya kini merentang jauh hingga Kota Bengawan, Solo.
Mahasiswi semester lima Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) itu bukan sekadar sibuk menekuni bangku kuliah.
Aurora, begitu ia akrab disapa, memegang amanah sebagai Leader Komunitas Kejar Mimpi Solo, sebuah wadah anak muda yang berada di bawah naungan Bank CIMB Niaga.
Aurora bergabung di Kejar Mimpi Solo sejak tahun 2024, ketika ia masih mahasiswa semester dua.
Bukan perkara mudah, sebab proses rekrutmen komunitas ini bak seleksi perusahaan.
Ada tahap administrasi, wawancara, hingga magang sebelum akhirnya diterima menjadi anggota penuh.
“Challenging banget, karena sistemnya mirip perusahaan. Ada interview user, interview divisi, bahkan magang dua bulan dengan tugas bikin event sesuai pilar Kejar Mimpi,” kenangnya.
Saat magang, Aurora dan timnya menggelar kegiatan sosial Ramadan seperti berbagi takjil, mengajar di TPA, hingga kunjungan ke panti asuhan.
Dari situlah ia belajar bahwa komunitas bukan sekadar organisasi, melainkan ruang tumbuh bersama.
Baca juga: Kejar Mimpi Yogyakarta, Jadi Generasi Berdaya Bersama CIMB Niaga, Bangun Masa Depan Berkelanjutan
Menemukan Rumah Kedua
Sebagai perantau, Aurora merasa perlu aktif di luar kampus. Kejar Mimpi Solo menjadi rumah kedua yang membentuknya.
“Saya ingin memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Selain aktif, saya ingin bisa memberi pengaruh baik ke masyarakat,” ujar Aurora.
Kini komunitas yang dipimpinnya menaungi 29 anggota dengan enam divisi, yaitu finance, sekretariat, program acara, public relations, HRD, dan sosmed kreatif.
Sejumlah program unggulan pun lahir, seperti Kejar Mimpi Berdaya, ajang kuliner dan budaya di Solo Paragon, serta Bazar UMKM yang bekerja sama dengan PLUT UNS.
Dari Panti Asuhan hingga UMKM
Kegiatan Kejar Mimpi Solo merambah berbagai lini, berbagi di panti asuhan, penanaman pohon, hingga seminar digitalisasi UMKM.
Dampaknya nyata, terutama bagi pelaku usaha kecil yang kini semakin melek digital.
“Di era digital, kami ingin UMKM bisa berkembang dan berdaya. Maka kami hadirkan seminar dan pendampingan supaya mereka siap bersaing,” tutur Aurora.
Meski banyak memberi manfaat, bukan berarti perjalanan mulus. Tantangan terbesar menurut Aurora adalah keterbatasan kapasitas, mengingat semua anggota masih mahasiswa.
Tak jarang masyarakat mengira kegiatan mereka sepenuhnya ditangani CIMB Niaga, padahal di lapangan para mahasiswa lah yang merancang, menggalang sponsor, hingga eksekusi.
“Kami belajar melewati tantangan dengan diskusi, refreshing bareng, sampai olahraga. Itu cara kami menjaga semangat,” ucapnya.
Karir dan Digitalisasi Jadi Fokus ke Depan
Tahun depan, Aurora bersama Kejar Mimpi Solo menargetkan program baru: Solo Karir Expo, berkolaborasi dengan UNS dan Balai Latihan Kerja.
Tujuannya memberi ruang mahasiswa menemukan potensi diri sekaligus memahami dunia kerja yang kian digital.
“Harapannya, struggle yang dihadapi teman-teman tidak mematikan semangat awal mereka. Justru dengan Kejar Mimpi, kami bisa saling mendukung untuk membangun bangsa,” kata Aurora.
Sejak hadir di Solo tahun 2020, Kejar Mimpi terus meneguhkan diri sebagai ruang kolaborasi anak muda.
Dengan Aurora di kursi leader, komunitas ini bukan hanya menebar inspirasi, melainkan juga membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang dari kampus ke komunitas, dari diri sendiri ke masyarakat.
(Tribunnews.com/Facundo Chrysnha P)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nisya-Aurora-Afifa.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.