Sabtu, 25 April 2026

Belajar dari Kebakaran Kilang Dumai, Pemerintah Diminta Reformasi Perkilangan Migas

Mulyanto menyebut kebakaran Kilang Dumai menunjukkan lemahnya infrastruktur perminyakan Indonesia yang kian mengkhawatirkan.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina
Kolase Tribunnews
KILANG DUMAI TERBAKAR LAGI - Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) Dumai yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional di Provinsi Riau, kembali terbakar pada Rabu (1/10/2025). Kebakaran yang melanda Kilang Dumai pada Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 21.00 WIB menjadi sinyal bahaya bagi ketahanan energi nasional.  

Mulyanto menambahkan, proyek kilang Tuban juga perlu segera diselesaikan agar tidak bernasib sama seperti proyek kilang Bontang yang terhenti. 

Pembangunan kilang baru dengan tambahan kapasitas minimal 500 ribu barel per hari dapat dilakukan melalui kemitraan dengan swasta dan investor asing.

"Jangan terkatung-katung seperti sekarang ini. Salah-salah bisa ambyar pembangunannya seperti kilang Bontang," ucap Mulyanto.

Terkait pendanaan, ia menilai pemerintah dapat memanfaatkan potensi pembiayaan dari Danantara, lembaga investasi nasional.

"Tanpa langkah-langkah konkret memperkuat kilang lama, mempercepat pembangunan kilang baru, dan mengamankan cadangan BBM nasional, kita akan terus rentan terhadap krisis energi dan defisit migas yang menggerus APBN," pungkas Mulyanto.

Kebakaran Kilang Dumai

Kilang Pertamina RU II Dumai mengalami kebakaran hebat pada Rabu (1/10/2025) malam.

Api pertama kali diketahui oleh operator yang sedang bertugas, dan meskipun sempat dilakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kobaran api terus membesar dan menyebar.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.20 WIB setelah lebih dari tiga jam upaya pemadaman. 

Sekitar 100 meter persegi di bagian atas bangunan kilang terdampak.

Penanganan dilakukan oleh tim pemadam internal Pertamina, yang bergerak cepat untuk mencegah api merembet ke area lain. 

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, namun korban yang merupakan warga sekitar mengalami trauma.

"Saat kejadian Rabu malam, kami menerima laporan ada sekitar 20 Warga yang dilarikan ke RSUD Dumai namun sudah berangsur sehat dan pulang ke Rumah masing masing," kata Lurah Tanjung Palas Untung Effendi, pada Kamis (2/10/2025)

Dia menjelaskan, warga yang terdampak ini rata-rata kaget atau trauma akibat bunyi ledakan serta kobaran api, namun pihaknya tetap akan memantau kondisi Paska kejadian ini. 

Untung mengaku untuk fasilitas umum serta rumah-rumah warga sejauh ini tidak ada yang rusak akibat ledakan di area Kilang Pertamina Dumai. 

"Kami minta kepada pihak Pertamina untuk membuat posko kesehatan dan pengaduan, karena menurut laporan, masih ada warga yang membutuhkan bantuan medis dan lainnya," pungkasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved