Kamis, 4 Juni 2026

Siswa di Banten Ditampar karena Merokok, Kepala Sekolah: Saya Spontan

Inilah pengakuan kepala sekolah di Banten yang tampar muridnya yang merokok. Ia mengaku spontan dan hanya memukul pelan

Tayang: | Diperbarui:
Kolase: Kanal YouTube KABAR WILAYAH dan Facebook Papah Zerouns
IBU KEPSEK DIDEMO - Tangkap layar video viral siswa SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, lakukan demo dan (Kanan) Ibu kepsek bernama Dini Fitria saat menjelaskan kronologi siswa ketahuan merokok. Inilah pengakuan kepala sekolah di Banten yang tampar muridnya yang merokok. Ia mengaku spontan dan hanya memukul pelan 

Ringkasan Berita:
  • Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria mengaku spontan melakukan penamparan
  • Orang tua siswa tuntut Dini diturunkan dari jabatannya

TRIBUNNEWS.COM - Seorang siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, mendapatkan dugaan penganiayaan dri kepala sekolahnya, Dini Fitria, karena telah merokok.

Siswa kelas XII berinisial ILP (17) tersebut ketahuan merokok di sekolah lalu dipukul oleh kepala sekolah pada Jumat (10/10/2025) pagi.

Kepala SMAN 1 CImarga, Dini Fitria pun mengakui perbuatannya.

Kejadian tersebut bertepatan dengan kegiatan Jumat Bersih di sekolahnya.

Saat berkegiatan, Dini melihat ILP tengah memegang rokok dan akhirnya ia memanggil korban.

"Jumat Bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu,"

"Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari," ujar Dini, dikutip dari TribunBanten.com.

Ketia Dini meminta keterangan kepada siswa tersebut, ILP tak mengakui perbuatannya.

Merasa dibohongi, Dini pun marah dan menampar siswa tersebut.

Namun, ia mengakui bahwa tamparan tersebut tidak keras.

"Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur,"

Baca juga: Orang Tua Sakit Hati Anaknya Dianiaya Ibu Kepsek usai Ketahuan Merokok, Berakhir Didemo Siswa

"Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras," katanya.

Dini juga mengaku hanya menepuk bagian punggung, bukan menendang.

"Saya tidak menendang. Hanya menepuk bagian punggung, itu pun karena emosi spontan. Tidak ada luka atau bekas apa pun," ucapnya.Ā 

Ia menjelaskan, kejadian tersebut berada di sebuah warung di dekat sekolah yang menjual rokok kepada siswa.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved