Kisah Cinta Husen dan Biba, Sejoli dari Sulsel Meninggal di Hari yang Sama, Cuma Selisih 2 Jam
Kisah cinta sehidup semati terukir di Kabupaten Soppeng, Sulsel. Pasutri berusia 78 tahun meninggal dunia di hari yang sama.
Ringkasan Berita:
- Kisah cinta sehidup semati diukir oleh sejoli bernama Husen dan Biba, warga Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
- Pasutri berusia 78 tahun itu meninggal di hari yang sama yakni Minggu (12/10/2025) kemarin.
- Bahkan, meninggalnya dua sejoli ini sampai dihadiri oleh Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle.
TRIBUNNEWS.COM - Kisah cinta sehidup semati terukir di Desa Lalabata Riaja, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sosok itu ialah pasangan suami istri (pasutri) bernama Husen dan Biba yang meninggal dunia di hari yang sama yakni pada Minggu (12/10/2025) kemarin.
Bahkan, mereka meninggal dunia dengan usia yang turut sama yakni 78 tahun.
Selain itu, selisih waktu meninggalnya pasutri yang sudah 39 tahun menikah itu tidak jauh berbeda.
Adapun Biba yang pertama kali menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu malam sekira pukul 21.21 WITA. Lalu, disusul Husen yang meninggal dua jam berselang.
Bahkan, kisah sehidup semati layaknya film Romeo dan Juliet pun turut menjadi perhatian dari Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle.
Selle pun sempat mengabadikan momen saat dirinya melayat ke rumah duka melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Baca juga: Ironi Kisah Cinta Tasya Farasya, Dulu Bucin Kini Masa Bodoh
Ia pun memuji kesetiaan dari Husen dan Biba yang saling mendukung dan menemani hingga maut memisahkan.
"Melayat pasangan yg tdk hanya ditadirkan berjodoh menjalani keseharian hidup rukun dlm kesederhaan tapi juga Tuhan kabulkan doanya sebagai pasangan SETIA SEHIDUP SEMATI. Keduanya mengehembuskan nafas terakhir dlm keadaan tenang pada hari yang sama, hanya selang kurang lebih 2 jam. Insyaa Allah husnul khatimah," tulisnya, dikutip dari Tribun Timur.
Husen dan Biba yang Tak Terpisahkan
Anak keempat Husen dan Biba, Bahar menyebut saat Lebaran pada April lalu, orang tuanya itu memang seakan tengah berbulan madu.
Dia mengatakan bahwa Husen dan Biba menetap di rumahnya yang berada di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Tak tanggung-tanggung, mereka menginap selama lebih dari dua bulan di rumah anaknya tersebut.
“Nanti habis lebaran haji (Juni 2025), baru pulang ke Soppeng,” ujar Bahar di rumah duka.
Bahar juga menceritakan momen ketika Husen dan Biba memang seakan tidak bisa dipisahkan.
Dia mengatakan ada momen saat Husen tengah pergi ke empang dan langsung rindu dengan sang istri.
Hal itu, sambung Bahar, turut dirasakan oleh Biba.
“Kalau bapak (Husen) saya ajak ke empang, baru satu hari pisah, bapak sudah minta pulang. Rindu sama ibu (Biba),” ujarnya.
“Kalau pagi gelisah tanya apa di empang ada kopi. Setiap waktu makan, ibu juga gelisah apa yang biasa dimakan kalau di pondok empang," sambung Bahar.
Tak cuma sang anak, tetangga Husen dan Biba bernama Rifai pun mengakui bahwa almarum merupakan pasutri yang terlihat harmonis.
Setiap pagi, Rifai menyebut Husen dan Biba selalu bercanda di depan rumah setiap paginya. Kemesraan itu selalu terlihat ketika Biba membuatkan kopi bagi sang suami.
“Banyak saksi tetangga yang lihat mereka duduk pangkuan,” ceritanya.
'Meninggal saat Pelukan'
Tanda-tanda meninggalnya Husen dan Biba sudah terlihat sejak Jumat (10/10/2025). Pada hari tersebut, ada kejadian di mana Biba terpeleset saat menjemur pakaian.
“Habis mencuci, ibu mau menjemur pakaian, lalu jatuh,” ujar Bahar.
Sebenarnya, menurut pengakuan Bahar, hal itu tidak biasa dilakukan ibunya. Dia mengatakan biasanya, Biba yang mencuci pakaian dan dijemur oleh Husen.
Namun, pada Jumat pagi itu, Biba justru mencuci sekaligus menjemur pakaian. Pada saat Biba terjatuh, sang suami tengah duduk di teras rumah.
Melihat insiden itu, Husen langsung meminta pertolongan anak sulungnya yang bertempat tinggal tak jauh dari kediamannya.
Setelah peristiwa tersebut, kondisi Biba terus menurun. Sementara, Husen selalu setia mendampingi sang istri.
Akhirnya, takdir pun berbicara ketika Biba harus menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu malam. Sementara, di saat yang bersamaan, Husen memeluk sang istri yang telah meninggalkannya.
Dua jam berselang, Husen lah yang meninggal dunia menyusul sang istri.
Menurut pengakuan Bahar, Husen sempat menikahi wanita lain sebelum Biba. Dari istri pertamanya, Husen dikaruniai tiga orang anak.
Senada dengan Husen, Biba juga pernah menikah dan dikaruniai satu anak. Sementara, dari pernikahannya, Husen dan Biba dikaruniai empat anak dan 13 cucu.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Timur dengan judul "Cinta Sejati Pasutri Soppeng Husen dan Biba, Menutup Usia Bersama Hanya Selang 2 Jam"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Timur/M Jabal Qubais)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kisah-Sehidup-Semati-di-Sulsel.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.