Kronologi Perundungan yang Tewaskan Murid SMPN 1 Geyer di Grobogan Menurut Polisi
Polres Grobogan mengungkap kronologi aksi perundungan dan penganiayaan yang berujung tewasnya satu siswa di SMP Negeri 1 Geyer.
Dia berkata tiba-tiba ada siswa yang melapor kepada guru. Lalu, guru menuju UKS dan membawa korban ke puskesmas.
"Namun, puskesmas menyatakan ABP sudah meninggal,” katanya.
Dia menyesalkan peristiwa seperti itu bisa terjadi di kelas yang siswanya unggul.
“Kelas VII G kelas paling baik dibanding kelas VII lainnya. Kami memohon maaf sebesar-besarnya dan berdukacita atas meninggalnya siswa kami, ABP,” tambahnya.
P, kakek korban, mengatakan hasil autopsi dari RSUD Dr. R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi menunjukkan luka parah pada kepala ABP.
“Ada benturan kepala bagian kanan kiri. Ada penggumpalan darah di otak dan tengkorak di bawah otak belakang remuk. Kata dokternya seperti itu,” ujar P, Minggu, (12/10/2025).
P meminta polisi menyelidiki tuntas kematian cucunya.
“Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya biar ada efek jera,” kata dia.
Sementara itu, S yang menjadi paman korban mengatakan ABP sering mengeluh karena diejek dan dikeroyok teman-temannya.
“Pernah sakit karena sering dihina. Kami akhirnya datangi sekolah, baru dia mau masuk sekolah lagi,” kata S.
Jenazah ABP telah dimakamkan di TPU Dusun Muneng, Desa Ledokdawan, Minggu pagi pukul 09.40 WIB.
(Tribunnews/Febri/Tribun Jateng/Val/Faisal Affan/Kompas/Puthut Dwi)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Siswa di SMPN 1 Geyer Grobogan Meninggal di Ruang Kelas, Teman Korban: Dipukul Berkali-kali oleh AD
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/siswa-SMP-Negeri-1-Geyer-yang-tewas-karena-dirundung-temannya.jpg)