Kenneth dan Yannick, Kakak-Adik Asal Belanda Temukan Rumah dan Makam Leluhur dari Foto
Dua kakak beradik asal Belanda, Kenneth dan Yannick, temukan makam leluhur dan jejak keluarga mereka di Gorontalo, tanah asalnya.
TRIBUNNEWS.COM - Kenneth dan Yannick Boerleffef, Kakak dan Adik asal Belanda berencana menemui keturunan mereka di Indonesia.
Mereka berharap bisa bertemu dengan keturunan leluhur yang selama ini hanya mereka dengar dari cerita di Belanda.
Keturunan mereka disebut-sebut masih hidup di Gorontalo. Mereka berharap bisa bertemu dengan keturunan leluhur. Selama ini, mereka mendengar dari cerita di Belanda.
“Sebelum kembali, kami akan mengeksplor lagi banyak petunjuk barangkali ada hal lain yang bisa kami temukan, misalnya keluarga yang masih hidup,” kata mereka.
Diberitakan sebelumnya, dua kakak beradik asal Belanda, Kenneth dan Yannick Boerleffef, menempuh perjalanan jauh ke Gorontalo demi menelusuri akar sejarah keluarga mereka.
Keduanya tiba di Gorontalo sejak Jumat 10 Oktober 2025 dan menetap di Harry dan Mimin Homestay, Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.
Jika dihitung, artinya mereka sudah berada di Gorontalo sekitar enam hari untuk mencari jejak peninggalan leluhur.
Dan mereka masih punya sisa waktu tiga hari untuk terus mengeksplor keluarganya yang ada di Gorontalo.
Sejak tiba, keduanya langsung berkeliling mencari berbagai petunjuk yang pernah disampaikan oleh tante mereka di Belanda, tentang silsilah keluarga yang punya kaitan dengan Gorontalo.
Petunjuk pertama membawa Kenneth dan Yannick ke sebuah rumah tua yang persis seperti foto lama peninggalan keluarga mereka.
Dalam foto itu tampak suasana pernikahan di depan rumah bergaya arsitektur kolonial di Gorontalo.
“Kami cari rumah ini, dan kami menemukannya. Bahkan orang di dalam rumah tersebut rupanya kenal dengan beberapa nama yang kami sebutkan,” ujar Kenneth, Selasa (14/10/2025).
Perjalanan mereka tak berhenti di situ. Setelah menelusuri berbagai sumber dan dibantu warga, keduanya menemukan makam Johannes Coffin di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.
“Awalnya kami fikir hanya kuburannya (Johannes) saja, tapi kami yakin di sekitar situ pasti ada juga kuburan Beatrise,” kata Yannick.
Keyakinan itu terbukti benar. Tak jauh dari makam Johannes, keduanya menemukan makam Beatrise Bendsneyder, yang diyakini merupakan darah asli Indonesia dan leluhur pertama mereka di Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kenneth-dan-Yannick-Boerleffef-dua-kakak-beradik-asal-Belanda-menelusuri-jejak-leluhur.jpg)