Jumat, 5 Juni 2026

Gunung Lewotobi Laki-Laki Naik ke Status Awas, 7.959 Warga Flores Timur Mengungsi

Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi, 7.959 warga mengungsi. Status awas, bandara Maumere tutup, huntara darurat dibangun pemerintah.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
BNPB/
GUNUNG LEWOTOBI - Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dua kali, kolom abu capai 11.584 meter. Ribuan warga Flores Timur mengungsi, bandara ditutup. 

TRIBUNNEWS.COM - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) naik status menjadi awas pada Selasa (14/10/2025).

Badan Geologi, Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki.

Pada periode pengamatan Rabu pukul 00.00 Wita-12.00 Wita, terekam dua kali erupsi. pertama terjadi pada pukul 01.35 Wita, dengan tinggi kolom abu yang teramati sekitar 10 kilometer di atas puncak sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Erupsi disertai suara dentuman kuat.

Gunung api tipe strato ini kembali erupsi pada pukul 09.21 Wita, dengan durasi sekitar tiga menit satu detik.

Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 8.000 meter di atas puncak sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut.

7.959 Warga Mengungsi

Sebanyak 7.959 warga Desa Hokeng Jaya, Nawakote, Dulipali, Nobo, Klantanlo, dan Boru, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungsi akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Angka tersebut merupakan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur.

6 Desa itu berada di Kabupaten Flores Timur, yang tak jauh dari lereng Gunung Lewotobi Laki-laki.

"Data per Selasa (14/10/2025) warga yang mengungsi sebanyak 7.959 jiwa," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Avelina Manggota Hallan saat dihubungi, Rabu (15/10/2025).

Avelina menyampaikan, para penyintas tersebut menetap di hunian sementara (huntara), posko pengungsian, dan rumah-rumah warga hingga besok.

Kata dia, huntara tahap empat sementara dibangun oleh Pemerintah. Huntara tersebut diperuntukkan bagi warga yang masih menetap di posko pengungsian.

"Sebanyak 890 kepala keluarga atau 3.277 jiwa sudah pindah ke huntara, yang lain nanti menyusul," ungkap dia. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved