Senin, 18 Mei 2026

Profil dan Sosok

Sosok Melani Wamea, Guru Lulusan UPH Korban Selanjutnya KKB Papua, Dibunuh saat Tanam Pohon

Seorang guru sekolah Jhon D Wilson Holuwon bernama Melani Wamea meninggal dunia dianiaya KKB Papua

Tayang:
Instagram @melaniwamea/Facebook @Agnes Mariantika
GURU DIBUNUH KKB - Guru Melani Wamea meninggal dunia setelah dianiaya KKB Papua saat menanam pohon bareng murid di perbukitan. 

Ringkasan Berita:
  • Melani Wamea jadi korban kebiadaban KKB Papua selanjutnya
  • Kasus serupa pernah terjadi pada Maret 2025 lalu
  • Keluarga meminta pengusutan tuntas kasus tersebut kepada kepolisian

TRIBUNNEWS.COM - Seorang guru sekolah Jhon D Wilson Holuwon bernama Melani Wamea (31) meninggal dunia setelah dianiaya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Ia tewas karena mengalami luka penganiayaan saat mengantar muridnya menanam pohon di perbukitan Kampung Holuwon, Distrik Holuwon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (10/10/2025).

Pada Selasa (14/10/2025, keluarga dengan tegas meminta pengusutan atas hilangnya nyawa seorang pahlawan tanpa tanda jasa itu saat tengah mengajar anak didiknya.

Penelusuran Tribunnews, Melani Wamea merupakan putri asli Papua.

Ia mengabdi untuk mendidik anak-anak di pedalaman Papua di Distrik Holuwon.

Jarak Distrik Holuwon jika ditempuh menggunakan jalur udara ke Wamena sejauh sekitar 56 kilometer, perjalanan selama 20-30 menit.

Dikutip dari informasi unggahan-unggahan akun Instagram pribadinya @melaniwamea yang terakhir aktif pada 2016, perempuan ini dikenal dekat dengan anak-anak.

Ia juga merupakan lulusan Universitas Pelita Harapan, Jakarta.

Terlihat dari beberapa unggahannya di Instagram saat momen wisuda.

Melani adalah guru sekolah swasta di sekolah Jhon D Wilson Holuwon, sekolah setara Sekolah Dasar (SD).

Sekolah ini juga biasa disebut SD Anggen Fano John Wilson dan diresmikan Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli. 

Baca juga: MPR for Papua Desak Aparat Keamanan Usut Kasus Sekolah Dibakar KKB hingga Guru Tewas Diserang OTK

Lebaga Pendidikan ini di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) sebagai bagian dari jaringan Sekolah Lentera Harapan (SLH) baru di pedalaman Papua.

Adapun tujuan sekolah ini didirikan untuk menghasilkan siswa-siswi yang unggul secara akademis, berkarakter mulia, serta beriman yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan untuk pembangunan di pedalaman Papua dan wilayah yang lebih luas.

Secara umum, kehadiran sekolah ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang baik dan kehadiran tenaga pendidik bagi generasi penerus di Holuwon, Yahukimo.

Tegas Keluarga

Keluarga korban meminta agar kasus tersebut diusut tuntas oleh aparat kepolisian. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved