Kelompok Bersenjata di Papua
Teror KKB di Nabire, Korban Selamat Setelah Lompat ke Jurang
KKB Aibon Kogoya kembali beraksi di Nabire. Satu warga tewas, empat polisi luka. Kapolda Papua Tengah turut diserang.
TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali meneror warga.
KKB adalah istilah yang digunakan pemerintah Indonesia untuk menyebut kelompok separatis bersenjata di Papua. Kelompok ini sebelumnya dikenal sebagai bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Indonesia.
KKB bertujuan menuntut pemisahan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa kelompok menginginkan kontrol lebih besar atas pemerintahan lokal. Papua kaya akan tambang dan hasil bumi, yang menjadi sumber konflik.
Mereka menuntut pengakuan atas budaya dan hak-hak masyarakat adat Papua. Ada tuntutan atas penyelesaian pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu.
Dampak keberadaan KKB banyak warga sipil, anggota TNI/Polri, dan bahkan pekerja sipil menjadi korban. Serangan terhadap fasilitas umum dan transportasi.
Aktivitas KKB menyebabkan ketidakstabilan di beberapa wilayah Papua. Masyarakat lokal mengalami ketakutan dan tekanan mental akibat konflik. Proyek pembangunan sering terhambat karena ancaman keamanan.
Kali ini insiden mencekam terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Jumat 17 Oktober 2025. Lokasi kejadian berada di Kilo 20, Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire.
KKB yang diduga dipimpin oleh Aibon Kogoya, tokoh yang dikenal aktif dalam aksi bersenjata di wilayah Papua.
Aibon Kagoya cs melakukan penembakan brutal terhadap warga sipil dan aparat kepolisian. Serangan ini menewaskan satu warga dan melukai empat polisi.Korban terkena tembakan telah dievakuasi ke RSUD Nabire Jalan R.E. Martadinata, Siriwini, Distrik Nabire.
Namun dibalik kejadian ini, ada cerita tragis yang dialami oleh Braen bersama dua rekannya.
Mereka merupakan korban yang selamat dari sejumlah korban yang tertembak dari KKB di Kali Semen.
Braen bercerita, sebelumnya mereka semua dari Siriwo menggunakan satu mobil untuk turun ke Nabire kota.
Namun dalam perjalanan, tepat di tanjakan kali semen, tiba-tiba kendaraan mereka dihadang oleh sekelompok orang, dan akhirnya mobil berhenti.
Saat dihadang, Braen bilang, terlihat ada tiga orang yang menenteng senjata laras panjang, sementara yang lainnya pegang parang.
Lanjut Braen, saat dihadang, mobil yang ditumpangi mereka ini stop.
"Nah, mobil belum berhenti baik, sekelompok orang itu langsung tembak kami, tapi puji tuhan, tidak kena," kata Braen kepada awak media, Sabtu, (18/10/2025).
Karena sudah diserang dari kelompok ini, mereka akhirnya semua turun dari mobil.
"Pas kami turun, sayalah yang berhadapan langsung dengan kelompok ini, dan di situ saya di tembak lagi dari bagian depan, tapi tidak kena, tapi saya tidak panik, dan tetap berdiri," katanya.
Namun, secara tiba-tiba menurut Braen, dia mendengar lagi bunyi tembakan dari belakang.
"Tapi tidak tau tembakan itu ditujukan ke siapa," ujarnya.
Karena demikian lanjut Braen, pas tembakan ke tiga, dia bersama adiknya, dan satu rekannya lompat ke jurang di bawah jalan kali semen untuk menyelamatkan.
Menurut dia, selama di jurang yang ditutupi hutan lebat, mereka berjalan kaki ikut aliran kali semen, sambil sembunyi-sembunyi.
"Di situ, kelompok bersenjata ini sempat lewat depan kami, tapi kita sembunyi dan diam saja," katanya.
Setelah kelompok itu jauh, Bren mereka keluar cari pertolongan.
"Jadi kita kembali naik ke lokasi kejadian, dan pas di lokasi, kita ketemu dengan aparat keamanan, dan langsung kami dievakuasi ke rumah sakit," tandasnya.
Sementara Brando adik dari Braen menambahkan, saat kejadian, kakaknya yang lompat duluan.
"Nah karena begitu, saya dan teman kami juga ikut lompat ke jurang, dan kami berlari baku ikut sampai ke kali di bawah," jelasnya.
Dia bilang, sangat bersyukur kepada Tuhan, karena mereka selamat dari ancaman yang terjadi.
Rombongan Kapolda Papua Tengah Juga Diserang
Kapolda Papua Tengah Brigjen Alfred Papare menjadi sasaran teror saat melintas di Kabupaten Nabire.
Pelaku adalah Aibon Kogoya adalah pimpinan salah satu KKB di Papua yang terlibat dalam berbagai aksi penembakan terhadap warga sipil dan aparat keamanan.
Aibon Kagoya terlibat dalam serangkaian aksi penembakan, termasuk terhadap warga sipil dan aparat kepolisian.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menceritakan kejadian tersebut terjadi pada Jumat (17/10/2025).
Awalnya pihak Polres Nabire tengah mengevakuasi lima orang warga sipil yang diduga ditembaki oleh anggota KKB di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Barat yang di mana satu di antaranya tewas.
"Kemudian dilanjut dengan kedatangan bapak Kapolda Papua Tengah beserta dengan Pak Dirintel, Dirkrimum, dan Dansatbrimob, dan juga pak Dandim Nabire," kata Samuel dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).
Kemudian, kata Samuel, setelah Kapolda Papua Tengah memberikan arahan kepada anggota. Rombongan pun kembali ke arah Kabupaten Nabire untuk mengecek TKP penembakan warga sipil tersebut.
"Di KM 17-18 namun ketika dalam perjalanan kami kembali rombongan kami disanggong, dimana dalam rombongan kami sendiri Kapolres Nabire, kemudian bapak Kapolda dan beberapa PJU yang sudah disampaikan termasuk pak Dandim 17 Nabire," ungkapnya.
Saat itu, tembakan dari anggota KKB tersebut mengenai mobil di bagian belakang sehingga membuat beberapa anggota polisi terluka.
"Ketika disanggong itu, kena dibagian mobil belakang. Sehingga mengakibatkan ada tambahan luka, dari personel polres Nabire sekita 4. Satu Kasat Narkoba, kena serpihan di pinggir kepala," ucapnya.
"Dan dua kena serpihan peluru, dan dua kena luka tembak proyektil bersarang di bahu sebelah kiri," sambungnya.
Meski demikian, Samuel mengatakan untuk keempat personel saat ini telah mendapatkan perawatan di rumah sakit (RS) Nabire.
Termasuk juga dari masyarakat sipil yang mengalami luka tembak dari kejadian sebelumnya.
“Setelah itu kami kembali, bersama pak Kapolda menjenguk rekan yang 4 orang itu. Yang 4 orang kena luka tembak serpihan serpihan, dan sudah dilakukan tindakan. Dan masyarakat yang terluka kemarin mendapat perawatan di RS nabire, sementara seperti itu,” tuturnya.
Kemudian untuk korban yang meninggal dunia, Samuel menyampaikan jika korban telah dimakamkan.
“Kami sudah ke rumah duka, tadi malam kita kawal menggunakan rantis sampai rumah duka kurang lebih jam 9-10 kemudian tadi siang kita melayat ke rumah duka. Kita juga sudah berikan bantuan sembako dan membantu mengantarkan sampai ke pemakaman,” tuturnya.
Sedangkan terkait kondisi saat ini, Samuel menyebut pihaknya atas arahan Kapolda telah memperkuat pos-pos penjagaan dengan tambahan personel dari Brimob.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketegangan-di-Nabire-aparat-keamanan-berjaga-di-sekitar-lokasi-penembakan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.