Sabtu, 9 Mei 2026

Selebgram Mr Terima Kasih Diculik dan Disiksa, Dipaksa Transfer 1 Juta Dollar AS

Seorang selebgram asal Rusia mengaku diculik dan disiksa oleh sekelompok orang saat berada di Bali. Korban pun lapor ke Polda Bali.

Tayang:
Instagram @mr.terimakasih
WNA DICULIK DI BALI - Tangkapan layar akun Instagram @mr.terimakasih. TRIBUNNEWS.COM - Seorang selebgram asal Rusia bernama Sergei Domogatskii atau dikenal dengan akun Instagram @mr.terimakasih diduga diculik dan disiksa saat berada di Bali. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang selebgram asal Rusia mengaku diculik dan disiksa saat berada di Bali.
  • Korban juga dipaksa memberikan uang senilai Rp16 miliar
  • Pihak kepolisian pun tengah melakukan pendalaman laporan

TRIBUNNEWS.COM - Seorang selebgram asal Rusia bernama Sergei Domogatskii atau dikenal dengan akun Instagram @mr.terimakasih diduga diculik dan disiksa saat berada di Bali.

Sergei memiliki 7 juta lebih pengikut di Instagram dan kontennya banyak memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Ia melakukan hal tersebut karena mengaku lahir dari keluarga miskin.

Sergei datang ke Bali beberapa tahun lalu dan setiap akhir unggahannya, ia selalu mengucapkan kalimat "terima kasih".

Kini, di unggahan terbarunya, Sergei mengaku telah diculik dan disiksa oleh sekelompok orang.

Ia mengaku, saat itu ia tengah mengendarai motor di Bali, lalu tiba-tiba ada mobil yang menghalangi jalannya.

Dari dalam mobil tersebut, keluar dua orang mengenakan masker wajah lalu menyeretnya ke dalam mobil.

"Mereka menyeret saya ke dalam mobil, memasang karung di kepala saya, mengikat, dan memukuli saya,"

"Saya tidak berpikir bahwa mereka adalah polisi sungguhan, karena seragam polisi yang mereka pakai adalah model lama," ujar Sergei melalui akun @mr.terimakasih.

Ia lantas dibawa ke sebuah tempat dengan kepala tertutup.

Sergei menceritakan bahwa ia dianiaya dengan dicekik, dipukuli, hingga disiksa menggunakan stun gun.

Baca juga: Sidang Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN Diminta Disiarkan Langsung

Stun gun adalah alat kejut listrik yang dirancang untuk melumpuhkan seseorang sementara.

Alat tersebut biasanya digunakan untuk pertahanan diri.

"Di sana saya dipukuli dan disiksa dengan stun gun. Mereka juga memasang kantong di kepala saya dan mencekik saya. Ini berlangsung selama 3 jam," lanjut Sergei.

Ia juga dipaksa untuk mentransfer uang senilai 1 juta dollar AS atau sekitar Rp16 miliar di kurs saat ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved