Minggu, 3 Mei 2026

Sosok Ki Anom Suroto di Mata Pelawak Kirun, Rendah Hati dan Suka Bercanda

Sosok dalang legendaris sekaligus maestro seni pewayangan, Ki Ageng Anom Suroto Lebdo Nagoro, di mata pelawak Muhammad Syakirun alias Kirun.

Tayang:
Instagram Anom Suroto dan Dokumen PKS
DALANG LEGENDARIS - (Kiri) dalang senior Ki Anom Suroto saat mementaskan pertunjukan wayang kulit. Ki Anom meninggal hari Kamis, 23 Oktober 2025, di Rumah Sakit Dr. Oen, Kota Solo, Jawa Tengah. 

“Waktu itu beliau menyempatkan diri datang. Dalam keadaan sakit pun tetap ceria, masih sempat guyon. Itulah Mas Anom, dalam sakit pun tetap berkarya dan tidak pelit ilmu,” terangnya.

Kepergian Ki Anom, ucap Kirun, bukan berarti hanya kehilangan seorang sahabat, melainkan juga hilangnya sumber ilmu dan inspirasi bagi dunia seni pedalangan.

“Beliau itu sumber ilmu dan kebahagiaan. Dunia seni kehilangan satu mata air yang jernih,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ki Anom Suroto sempat dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung.

Kabar meninggalnya Ki Anom dikonfirmasi oleh Ki Jatmiko Anom Saputro, putra kelima Ki Anom.

“Bapak meninggal dunia sekitar pukul tujuh pagi,” kata Jatmiko di rumah duka.

Baca juga: Profil Ki Anom Suroto, Dalang Legendaris yang Meninggal pada Usia 77 Tahun

Profil Ki Anom Suroto

Anom Suroto lahir di Klaten, Jawa Tengah, 11 Agustus 1948, sebagai anak seorang dalang bernama Ki Sadiyun Harjadarsana.

Ia juga dikenal sebagai kakak Ki Warseno Slenk, seorang dalang yang tak kalah kondang.

Anom Suroto pernah menjalani kursus pedalangan yang diselenggarakan Himpunan Budaya Surakarta (HBS), belajar secara tidak langsung dari Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta, bahkan pernah juga belajar di Habiranda, Yogyakarta.

Anom Suroto sudah tampil di Radio Republik Indonesia (RRI) pada tahun 1968 dengan melewati persaingan ketat dalam seleksi.

Pada tahun 1978 dia diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-Anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito.

Anom Suroto merupakan satu-satunya dalang yang pernah tampil di lima benua, antara lain di Amerika Serikat pada tahun 1991, dalam rangka pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di AS).

Ia pernah juga mendalang di Jepang, Spanyol, Jerman Barat, Australia, dan Rusia.

Khusus untuk menambah wawasan pedalangan mengenai dewa-dewa, Dr. Soedjarwo, Ketua Umum Sena Wangi, pernah mengirim Ki Anom Suroto ke India, Nepal, Thailand, Mesir, dan Yunani.

Penghargaan Ki Anom Suroto

  • Satya Lencana Kebudayaan RI dari Presiden Soeharto (1995).
  • Dalang kesayangan dalam Pekan Wayang Indonesia VI (1993).
  • Anugerah nama Lebdocarito dari Keraton Surakarta (1997), diangkat sebagai Bupati Sepuh dengan nama baru Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Lebdonagoro.

(Tribunnews.com/Deni/Febri)(TribunSolo.com/Anang Maruf)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved