Minggu, 10 Mei 2026

Satu Keluarga Jadi Korban Tabrak Lari hingga Tewas di Sragen

Satu keluarga meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalan Gedongan–Pungsari, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah.

Tayang:
Istimewa/TribunSolo.com
TABRAK LARI - Lokasi satu keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu, dan 2 anak mengalami kecelakaan hingga menyebabkan meninggal dunia usai menjadi korban tabrak lari di Jalan Gedongan-Pungsari, di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Senin (27/10/2025) malam. Para korban tersebut diketahui menjadi korban tabrak lari, lantaran mobil pikap langsung meninggalkan lokasi kejadian. 
Ringkasan Berita:
  • Satu keluarga yang terdiri dari empat orang menjadi korban kecelakaan hingga meninggal dunia di Sragen, Jawa Tengah.
  • Korban adalah Saiful Anwar (32), istrinya Unik Yuwanti (29), serta dua anak mereka, Alikha (7) dan Amira (5).
  • Pihak kepolisian masih memburu pengendara mobil pikap yang diduga menjadi pelaku tabrak lari ini.


TRIBUNNEWS.COM
- Satu keluarga meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalan Gedongan–Pungsari, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025) malam.

Satu keluarga yang terdiri dari empat orang ini menjadi korban tabrak lari mobil pikap.

Korban adalah Saiful Anwar (32), istrinya Unik Yuwanti (29), serta dua anak mereka, Alikha (7) dan Amira (5).

Ketua PSC 119 Sukowati, Udayanti Proborini, melalui Sekretaris PSC 119 Sukowati, Nengah Adnyana Oka Manuaba, mengatakan bahwa seluruh korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat tim medis tiba di lokasi.

"Hasil asesmen rekan-rekan kami di lapangan, keempat korban meninggal dunia, keempat korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soeratno Gemolong," ujarnya kepada TribunSolo.com, Selasa (28/10/2025).

Nengah menyebut, Saiful mengalami patah tulang terbuka pada dahi, lebam pada mata kanan, serta perdarahan dari hidung dan mulut.

Kemudian, Unik mengalami hematom pada dahi kiri, lecet pada pipi kiri, sobek pada bibir bawah sekitar 2 cm, serta perdarahan dari hidung dan mulut.

Alikha mengalami luka sobek di bagian belakang kepala, lecet di dahi dan pipi kanan, perdarahan dari telinga, hidung, dan mulut, serta patah tertutup di bahu kiri. 

Sedangkan Amira mengalami lecet dari dahi kanan hingga pipi kanan, serta perdarahan dari hidung dan mulut.

Kasat Lantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tirto Satria Leksono, menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi saat keluarga tersebut mengendarai sepeda motor.

Mereka mengendarai Honda Beat bernomor polisi AD 5065 AHE dari arah selatan ke utara.

Baca juga: 3 Fakta Kecelakaan Bus PO Haryanto di Tol Batang: Diduga Ban Tak Layak, Kondisi Hujan Deras

Lalu dari arah berlawanan, sebuah mobil pikap tidak dikenal melaju dari utara ke selatan.

Sepeda motor diduga tergelincir karena melintasi lumpur di badan jalan, lalu terjatuh.

"Mendekati lokasi kejadian, diduga pengendara sepeda motor Honda Beat melintas lumpur yang berada di badan jalan, kemudian tergelincir dan terjatuh."

"Bersamaan dari arah berlawanan, melaju mobil pikap tak dikenal, sehingga membentur pengendara dan pembonceng sepeda motor Honda Beat." 

"Setelah benturan, mobil tak dikenal tersebut meninggalkan lokasi kejadian," tambah Kukuh.

Polisi Buru Pengendara Mobil

Pihak kepolisian masih memburu pengendara mobil pikap yang diduga menjadi pelaku tabrak lari ini.

“Penyelidikan masih berlangsung. Kami terus mencari pengemudi mobil pikap yang melarikan diri,” ujar Kukuh.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Polisi Buru Pengendara Mobil Pikap yang Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Sragen.

(Tribunnews.com/Deni)(TribunSolo.com/Septiana Ayu)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved